Kontras Independent Media Sarana Restorasi dan Informasi Publik
Ket Foto : Kepala Dinas Kesehatan Kab. Malang Drg. Wiyanto Wijoyo
www.kontrasindependent.com Malang- Sehubungan dengan biaya kesehatan untuk masyarakat Kabupaten Malang Kepala Dinas Kesehatan Drg. Wiyanto Wijoyo di temui Kontras Independent di ruang kerjanya Selasa (13-12-22) menjelaskan.
Terkait biaya kesehatan untuk masyarakat Kabupaten Malang melalui KIS (Kartu Indonesia Sehat) dan Jamkesda, Dinkes pertahun mengeluarkan biaya 71 Milyar pertahun bayar ke BPJS.
Dokter Wiyanto juga mengungkapkan bahwa memang banyak masyarakat mengeluh tentang BPJS Mandiri yang biaya tiap bulanya, apalagi kelurga yang satu KK banyak jumlahnya akan tetapi pemerintah Memberikan beberapa alternatif guna meringankan beban masyarakat untuk kesehatan melalui KIS (Kartu Indonesia Sehat), JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) dan juga BPJS.
Berkaitan dengan KIS menurut Kadinkes setiap berapa bulan sekali ada Abditing data melalui Desa dan Kecamatan, jadi mana yang meninggal dan mana keluarga yang masih aktif.
Himbauan Kepala Dinas Kesehatan Drg. Wiyanto menyampaikan “Memang terkadang data itu ada yang tidak tepat sasaran oleh karena itu, Kepada seluruh Pemerintah Desa Maupun Kecamatan terkait data harus benar-benar Falid dan sesuai agar tepat sasaran untuk mendapatkan KIS, bagi masyarakat miskin itu juga ada melalui Jamkesda itu melalui Dinsos sedangkan data pengurusan tetap melalui Desa/Kecamatan dan angka tersebut kedepan di perkirakan akan meningkat,”Ujar Mantan Kepala Puskesmas Pakis itu.
Lanjut Kadinkes “Harapan saya untuk masyarakat yang belum punya BPJS agar segera mengurus supaya bila ada keluarganya sakit biaya tidak terlalu berat walaupun mandiri itu bisa membayar, satu lagi himbauan kami segala aktifitas tetap ikuti protokol kesehatan dan untuk aparat desa itu kalau abdeting data harus seakurat mungkin agar tepat sasaran,”Pungkasnya.(Utsman)
















