KONTRAS INDEPENDENT MEDIA RESTORASI DAN INFORMASI PUBLIS
www.kontrasindependent.com Padang – Dua orang anak berusia 8 tahun dilaporkan hanyut terbawa arus saat mandi dan berenang di kawasan Ujung Pantai Belakang Kampus Bung Hatta, Kelurahan Ulak Karang, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, Sumatera Barat. Kejadian tersebut berlangsung pada hari Sabtu, 18 April 2026 sekitar pukul 12.30 WIB.
Kedua korban yang teridentifikasi bernama Rasyid dan Zafran, keduanya berusia 8 tahun, beretnis Minang, dan merupakan siswa Sekolah Dasar. Rasyid beralamat di Jalan Ambun Suri, Kelurahan Gunung Pangilun, sedangkan Zafran beralamat di Jalan Cinduo Mato Nomor 35, Kelurahan yang sama.
Berdasarkan keterangan saksi, kejadian bermula ketika enam orang anak berkumpul dan bermain air di lokasi tersebut. Kondisi ombak yang tinggi dan arus yang deras tiba-tiba datang, menyebabkan dua di antara mereka hanyut dan terbawa hingga ke tengah laut. Sementara itu, empat orang anak lainnya berhasil berjuang melawan arus dan selamat kembali ke tepi pantai.
Salah satu anak yang selamat bernama Noufal, usia 9 tahun, segera memberitahukan kejadian tersebut kepada keluarga dan warga sekitar untuk meminta bantuan dan pertolongan. Mendapat laporan tersebut, aparat dan tim penolong segera dikerahkan untuk melakukan upaya pencarian.
Hingga hari kedua pencarian, yaitu pada hari Minggu, 19 April 2026, proses pencarian masih terus dilakukan secara intensif. Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.30 WIB ini dipimpin langsung oleh Kepala Sub Direktorat Patroli Ditpolairud Polda Sumatera Barat, Komisaris Polisi Yandrianus Chania, S.H., M.H., serta didampingi oleh Kepala Unit 1 Pembinaan Masyarakat Perairan, Inspektur Polisi Dua Ambrizal, S.I.Kom.
Sebanyak 18 personel dari Ditpolairud Polda Sumatera Barat diterjunkan ke lapangan dengan pembagian tugas yang teratur. Sebanyak empat orang bertugas melakukan pencarian menggunakan perahu karet milik instansi tersebut, dipimpin oleh Ipda Ambrizal. Sementara itu, empat orang lainnya bergabung dengan tim dari BPBD, Damkar, dan Basarnas menggunakan perahu karet masing-masing instansi. Sebanyak sepuluh orang petugas lainnya ditugaskan untuk menyisir sepanjang kawasan pesisir pantai guna memastikan tidak ada bagian yang terlewat dalam pencarian.
Upaya pencarian juga melibatkan Tim SAR Gabungan yang terdiri dari berbagai unsur, antara lain Ditpolairud Polda Sumatera Barat, Satbrimob Polda Sumatera Barat, Satpolair Polresta Padang, BPBD, Basarnas, serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Padang.
Hingga berita ini diturunkan, kedua korban yang hilang belum berhasil ditemukan. Tim penolong masih terus melakukan pencarian dengan harapan dapat menemukan kedua anak tersebut dalam keadaan selamat.
Publisher : Yakup Hasibuan
Realis : Zamri, SH
















