Kontras Independent Media Sarana Restorasi dan Informasi Publik
Ket foto : Camat Gondanglegi tengah bersama Kapolsek dan Dan Danramil.
www.kontrasindependent.com Malang- Sehubungan dengan adanya informasi di masyarakat bahwa Pasar Gondanglegi menjadi buah bibir tempat praktik asusila.
Rumor berkembang dan terkenal Kopi Cetol pasar Gondanglegi tempat, pangku-pangkuan, semi-semi mesum dan perbuatan yang jadi penyakit masyarakat.
Berapa pekan ini Muspika Kecamat. Gondanglegi kompak menyoroti situasi itu dan sering dilakukan patroli (Razia) di lokasi guna memberantas dan menghindari perbuatan yang merusak moral anak-anak muda.
Camat Gondanglegi Drs. Ahmad Muwassi’ Arif, M.Si. dikonfirmasi kontras Independent Jum’at 19 Desember 2025 menyampaikan bahwa
fungsi pasar itu sebagai tempat jualan harus ditingkatkan agar pedagang bisa meningkatkan pendapatan.
“Disisi lain masalah yang mengganggu keamann, ketertiban terus kita kurangi, termasuk fenomena kopi cetol harus bebas dari praktek asusila, narkoba, miras. memperkerjakan anak di bawah umur,”ungkap Camat.
Muspika juga memberikan peringatan dan himbauan pada para pedagang kopi cetol agar bersih dari praktik asusila dan harus berpakaian rapi, sopan tidak mengundang sahwat atau mesum.
Sementara Kapolsek Gondanglegi di konfirmasi Jum’at (19/12) via telpon bahwa “Sekarang sudah tidak ada yang melakukan hal-hal tak senonoh di warung kopi cetol, namun dari pihak kepolisian dan muspika tetap melakukan patroli memantau situasi,
kopi cetol itu kan tahun lalu sekarang alahmdulllah sudah tidak ada lagi mas,”ujarnya.
Lain tempat Danramil Gondanglegi Kapten Inf Djoko Sungkowo TH di mintai keterangan (19/12) “Terkait kopi cetol di pasar Gondanglegi tetep ada yang jualan namun sudah berpakaian lebih sopan dan lebih tertib, sudah tidak ada yang berbuat mesum, karena dari muspika selalu memantau, kita melakukan patroli bergantian bersama tokoh agama, seperti kemarin pak camat bersama trantib juga melakukan pemantauan di pasar Gondanglegi,”ungkap Danramil.
Publisher : Utsman Pimpinan Liputan Nasional kontras tv dan onli
















