Kontras Independent Media Sarana Restorasi Dan Informasi Publik
Www.kontrasindependent.com
Naskah Strategi Aktualisasasi Kepemimpinan(NASTRAP) merupakan tugas akhir atau karya tulis strategis yang disusun oleh peserta didik di Sespimti (Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi) Polri sebagai bentuk pemikiran mendalam dan solusi atas isu-isu strategis dalam pembangunan Polri, pemeliharaan kamtibmas, dan menghadapi tantangan di era modern seperti Revolusi Industri. Dengan tujuan menghasilkan solusi konkret untuk isu-isu kepolisian dan keamanan dalam negeri (Kamdagri). NASTRAP adalah laporan super penting yang berisi proposal strategi dari calon pemimpin Polri untuk masa depan institusi.
Dalam tugas akhirnya (NASTRAP), Kombes M. Arsal Sahban, selaku peserta didik di Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi Polri (Sespimti), menuliskan judul “Strategi Polri Mengantisipasi Dampak Negatif Teknologi Blockchain”.
Dengan judul itulah, Kombes M. Arsal meraih predikat lulusan terbaik bidang Sanyata Sumanasa Wira Aksara (Novelty) pada Pendidikan Sespimti Polri Dikreg ke-34 Tahun Ajaran 2025.
Kombes Pol. Arsal mengungkapkan bahwa kejahatan ini dapat mengguncang keuangan negara dan memerlukan penanganan serius. Dengan menunjukkan kualitas dan kedalaman analisisnya tentang ancaman kejahatan baru.
Dalam Pemaparan NAstrapnya M.Arsal Sahban,mengangkat fenomena kejahatan model baru yang tidak lagi sekadar masuk kategori cyber crime, melainkan telah berkembang menjadi cyber independent financial crime.
“Kejahatan berbasis blockchain ini bukan hanya persoalan teknologi, tetapi ancaman langsung terhadap sistem keuangan negara. Karakternya sangat berbeda: lintas negara, multi-yurisdiksi, anonim dan bergerak sangat cepat. Jika Polri tidak mengantisipasi sejak dini, maka dampaknya bukan hanya pada penegakan hukum, tetapi juga pada stabilitas ekonomi nasional,”
ungkapnya .
dikutip https://www.instagram.com/tv/DSPhjS1CQjR/?igsh=emdiMDMxeHlubmR2 tertulis, Jakarta, Rabu 17 Desember 2025.
Beliau juga mengungkapkan, kejahatan ini memanfaatkan teknologi blockchain untuk melakukan peretasan, pencucian aset digital dan pengalihan dana lintas yurisdiksi dengan kecepatan tinggi, nyaris tanpa jejak, serta sangat sulit diungkap dengan pendekatan dan teknologi konvensional.
“Polri harus membangun strategi yang adaptif, kolaboratif, dan berbasis pemahaman mendalam terhadap teknologi blockchain. Ini bukan kejahatan masa depan, tapi kejahatan yang sudah terjadi hari ini,” tegasnya.
Publisher (Shelor)
















