Kontras Independent Media Sarana Restorasi dan Informasi Publik.
Ket foto : KH Abdul Kholik Asal Kajuanak Galis Bangkalan.
www.kontrasindependent.com Bangkalan- Kasus dugaan Pencabulan oleh oknum Lora dari Ponpes Peterongan Galis Bangkalan masih bergulir dan masih jadi perhatian publik.
Dengan berjalanya waktu kasus dugaan Pencabulan semakin menuai perhatian Publik semua elemen masyarakat tergugah ingin tau sejauh mana kebenaran kasus ini.
Salah satu tokoh agama KH. Abdul Kholik Bin Kyiai Holel Munir Bin KH. Abu Bakar Asal Kajuanak Galis Bangkalan bersuara kembali dan mengungkapkan kekecewaannya atas kasus tersebut.
Setelah adanya laporan kedua kemarin Selasa 16/12/25 oleh Kuasa Hukum Ali Maulidi SH, tentang adek pelaku UF yakni inisial S dilaporkan juga diduga sebagai pelaku pencabulan yang dilakukan pada santrinya, dengan satu santri di gilir berdua di lain waktu dan dilain tempat.
Dihari yang sama terjadi pelaporan oleh alumni santri Nurul Karomah yang dianggap menghina kyai Fattah yang termasuk orang tua Pelaku UF dan S.
Dari kejadian tersebut KH. Abdul Kholik menyampaikan melalui pesan suara dengan berbahasa Madura untuk masyarakat Bangkalan dan sekitarnya khususnya Peterongan, Rembeh dan Kajuanak.
“Aslamualaikum warohmatulloh wabarokatuh, Saya Abdul Kholik yaalloh Ada apa sebenarnya Desa Peterongan ini???… Kemarin hari Selasa ada dua laporan dalam satu hari, satu di polres Bangkalan satu di Polda Jatim tentang pengembangan pencabulan ternyata adik kakak yang satu sudah jadi tersangka dan adiknya baru kemarin dilaporkan jadi terduga,”.
Kalau sampai berjamaah kedua saudara ini benar-benar terbukti melakukan hal itu pas gimana itu Yaalloh Desaaa…pas kayak gitu pas rusak bila seperti itu, rusak aturanya akidah ini bila itu benar loh…ini masih di duga.
Lalu saya bertanya pada seseorang yang dilaporkan kemarin di Polres Bangkalan atas dugaan pencemaran nama baik, saya tanya pada orang yang datang kerumah yang termasuk terlapor bahkan saya marain “Kenapa kamu cong berbicara kok sampe berlebihan???….
Ternyata jawabnya apa?? Dia itu sangat kecewa besar karna bila ada apa-apa di pondok Peteerongan itu dia sering nyumbang intinya jadi donatur pondok itu walaupun tidak banyak, “Jadi saya kecewa Bindereh sangat kecewa besar,” kata orang yang di laporkan oleh alumni santri Nurul Karomah itu.
Lanjut Kayi Kholik “Ya Kalau saya tidak membela siapa-siapa yang maki-maki ya GK Bender juga tapi itu atas dasar sangkecewanya jadi meluapkan emosinya, akan tetapi berkaitan dengan kasus pencabulan itu ayo para keluarga korban jangan diam, berbicaralah dengan. Sebdnar-benarnya jangan di tutup Tutupi.” Tegas Pria yang akrab disapa Ra Kholik itu.
“Saya berharap ayo dengan hati nurani semuanya ayo masyarakat jagan diam kasian anak kecil, berapa pedihnya masa depannya di hancurkan seperti itu, ya itu pembicaraan saya untuk masyarakat Peterongan, Kajuanak, Rembeh dan dimanapun itu,”Ujar Cucu KH. Abu Bakar Al-munir itu.(*)
Publisher : Utsman Pimpinan Liputan Nasional kontras tv dan online.
















