MALANG//KontrasIndependen.com- Tragedi ambruknya atap proyek gedung SMA taruna nusantara yang berlokasi diselatan lapangan Desa Gampingan Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang, Jawa timur. Terjadi Rabu 24 Juli 2024 sekira Pukul: 09. 00 Wib. Dimana proyek yang diketahui naungan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia tersebut, beruntung tidak sampai memakan korban jiwa. Disisi lain dari insiden tersebut juga menjadi pertanyaan warga.
“Heran saja mas, itu kan baru dan belum selesai pekerjaannya, ko ambruk ya. ada yang bilang karena angin, akibat plang penyangga galvalum mas,”Ujar warga yang enggan namanya dimediakan dikonfirmasi dikediamannya. Kamis, (25 Juli 2024) siang.
Nampak dalam video yang beredar, suara terdengar dari salah seorang yang berada dilokasi mengatakan. “Alhamdulillah boloku selamat semua, bangunannya gak jelas ini,”katanya.
Ada lagi suara terdengar, juga mengatakan hal senada sambil tergesa – gesa terkesan panik dan saling bercengkrama dengan pekerja proyek dan mengatakan. “Makanya bangun jangan asal bangun, paling tidak ada baloknya itu, cuma galvalum gitu aja kok. Untung temen saya tukang listrik gak papa,”Jelas percakapan dalam video saat kejadian.
Selain menjadi bahan pertanyaan warga, masyarakat dalam insiden tersebut dari beberapa awak media yang datang hendak melakukan konfirmasi untuk peliputan dari beberapa wartawan menjadi korban caci makian petugas keamanan yang jaga di pos gerbang masuk kelokasi proyek.
Diketahui oknum petugas jaga dari TNI berpangkat Kapten berinisial “YYT” yang tak lain adalah Ndanramil Pagak. Dimana beberapa awak media dari Bratapos.com, Kompas.com, dan kontras Independen, tanpa adanya sebab musabab terkena amarah dari dirinya. sebelum keluar pos jaga, oknum anggota TNI (YYT) sempat mengarahkan para awak media konfirmasi ke Youtube. Dan selang beberapa saat langsung memaki – maki dengan ungkapan kata tidak pantas dan disertai dengan menunjuk-nunjuk muka salah satu Wartawan.
“Mukamu itu lho, mukamu itu yang bikin dongkolno, saya faham brata ini siapa, saya tau Bratapos siapa tak catat ya, dari kemarin itu banyak wartawan datang kesini, tolonglah hormati kami,”Ujarnya, di depan gerbang pintu masuk proyek dengan lantang dan emosi. Kamis, (25 Juli 2024) siang.
Sementara Sugeng Camat Pagak Kabupaten Malang saat dikonfirmasi ia mengatakan, bahwa pihaknya tak punya wewenang dalam memberikan statement atas terjadinya insiden tersebut.
“Walaikumsalam Cak selor. Alhamdulilah. Mohon ijin terkait musibah dimaksud yg berhak memberikan PT. Pelaksana pembangunan di Sekolah taruna. mohon maaf. Matur suwun,”Jelas Camat Pagak melalui via WhatsApp. Senin, (29/07/2024) siang.
Sedangkan oknum petugas TNI yang awalnya nunjuk – nunjuk sambil maki maki salah satu wartawan, dengan tiba tiba ia meminta maaf melalui via WhatsApp dan mengatakan ke pihak awak media yang terkesan tidak berkenan untuk dinaikkan ke pemberitaan.
“Siap Pak Selor sekali lagi Ngapunten atas tindakan saya semoga ini menjadi intropeksi saya dikalah ada tekanan lebih bijak dan lebih santun,”Jlentrehnya.(Red)
Bersambung..!!
Publisher: Red
Rilis:Shelor








