Tantangan Polri: Tranfer Ilegal Bi Fast Ratusan Milyar, 10 Poin Baca Nastrap Kombes M.Arsal Sahban

Spread the loveKontras Independen Media Sarana Restorasi dan Informasi Publik Raih Predikat NASTRAP terbaik di Sespimti Polri..!! Kontrasindependen.com- Mengulas kasus peretasan BI-Fast yang mengeksploitasi kelemahan..

3 menit

Read Time

Spread the love

Kontras Independen Media Sarana Restorasi dan Informasi Publik

Raih Predikat NASTRAP terbaik di Sespimti Polri..!!

Kontrasindependen.com- Mengulas kasus peretasan BI-Fast yang mengeksploitasi kelemahan sistem per-bank-kan yang kini kembali mencuat usai terungkapnya dana hasil kejahatan serangkaian transfer (TF) ilegal di sejumlah bank pembangunan daerah (BPD), yang nilai kerugiannya mencapai Rp 200 miliar. diduga dialihkan ke aset krypto di pasar internasional melalui berbagai jaringan Blockchain sehingga sulit di lacak. Hal ini perlihatkan seriusnya tantangan penegakan hukum, pengawasan keuangan saat kejahatan finansial telah bermigrasi ke jaringan blockchain global yang bergerak cepat dan lintas yurisdiksi.

Menurut Kombes Pol.Drs, M. Arsal Sahban, SH.,S.I.K, MM, MH., Menyatakan “kejahatan yang menimpa layanan BI Fast pada sektor per-bank-an, bukan sekedar cyber crime melainkan cyber dependent financial crime. kejahatan yang memakai teknologi digital, sasarannya langsung menembus sektor-sektor keuangan. jika tidak waspada sejak dini bisa merusak kredibilitas sistem keuangan negara dan kepercayaan masyarakat pada sistem per-bank-kan,”ujar Arsal.

Masih menurutnya, kejahatan berbasis blockchain tak lagi bisa dipandang sebagai kasus siber biasa. Pola cepat, lintas negara langsung menyasar alur uang. Jika tidak diantisipasi dengan strategi yang tepat dampaknya tak hanya kerugian finansial, tapi juga menurunnya kepercayaan pada sistem keuangan nasional.

Kondisi inilah yang jadi latar belakang Naskah Strategis Perorangan (NASTRAP) Polri Kombes Pol Dr. M. Arsal Sahban, mengantarkannya meraih predikat lulusan terbaik bidang Sanyata Sumanasa Wira Aksara (novelty) pada Pendidikan Sespimti Polri Dikreg 34 Gelombang 2. Atas ide kebaharuannya ia dapatkan penghargaan, yang disematkan langsung oleh Komjen Pol Prof Chryshnanda Dwilaksana – Kelemdiklat Polri.

Naskah Strategis (NASTRAP) ini merumuskan 10 strategi menghadapi kejahatan berbasis blockchain secara komprehensif dan terukur.

Blueprint dan roadmap Strategi yang harus disiapkan untuk mengantisipasi kejahatan berbasis Blockchain disusun secara lengkap dalam pada NASTRAP kombes M. Arsal Sahban, berikut ini :

10 Strategi untuk mengantisipasi Dampak negatif Teknologi Blockchain :

A. STRATEGI JANGKA PENDEK

  1. Menetapkan SOP nasional penanganan barang bukti kripto agar penyidikan dan pembuktian blockchain memiliki standar yang akuntabel.
  2. Meningkatkan kapasitas SDM untuk kemampuan on-chain analysis dan forensik blockchain melalui sertifikasi dari Chainanalysis/TRM Labs/Elliptic/interpol, pelatihan intensif, dan redistribusi penyidik kompeten.
  3. Menyelaraskan SOP penyidikan dengan regulasi sektor keuangan (P2SK, POJK, Travel Rule) agar freezing & pemeriksaan VASP lebih efektif. B. STRATEGI JANGKA MENENGAH
  4. Mengintegrasikan tata kelola data blockchain melalui pembangunan National Blockchain Crime Data Hub lintas fungsi dan lintas Instansi
  5. Mengintegrasikan data internasional CARF/CRS/AEoI untuk memperluas kemampuan tracing aset kripto lintas negara.
  6. Menegosiasikan mekanisme freezing lintas negara melalui crypto focal point, MoU VASP global, dan emergency cooperation.

C. STRATEGI JANGKA PANJANG

  1. Membangun laboratorium forensik blockchain nasional dengan infrastruktur multi-chain, smart-contract auditor, dan secure cold wallet.
  2. Meng-adaptasi strategi penegakan hukum blockchain melalui peningkatan kapabilitas berkelanjutan dan pembaruan teknologi tracing.
  3. Menghilangkan celah regulatory arbitrage antar-K/L lewat pembentukan joint governance framework Polri–Kejaksaan-OJK–BI–PPATK–Direktorat Jenderal Pajak –Bea Cukai–Komdigi.
  4. Memperkuat peran Polri sebagai rule-shaper agar regulasi blockchain selalu terintegrasi dengan kebutuhan penegakan hukum digital.

NASTRAP ini disusun berdasarkan wawancara dan observasi terhadap 22 instansi Kementerian/Lembaga & satuan kerja Polri yang mencakup sektor keuangan. Atas prosesnya itu dirumuskan strategi yang dinilai aplikatif, bukan sekadar konsep.

Ide NASTRAP karya kombes Arsal Sahban ini belum pernah dirumuskan secara utuh, relevan dengan masalah nyata. memberi arahan solusi yang aplikatif dan punya dampak langsung bagi kebijakan dan organisasi, hingga dinilai memiliki Novelty dan masukan strategis nyata.

strategi kuncinya dimulai dari pertanyaan paling dasar: mengapa pembuktian aset kripto jadi titik awal yang menentukan ?!

Dalam wawancara penyusunan NASTRAP, Judy Goldsmith dari Australian Federal Police (AFP) menyebut “Kejahatan aset digital bersifat lintas negara, terorganisasi, dan bergerak sangat cepat. Tanpa strategi jelas serta kerja sama internasional yang efektif, penegakan hukum akan selalu berada satu langkah di belakang,”Ujar judy

Sementara Henry Soeratno, ahli analisis blockchain dari Chainalysis, menyatakan “Investigasi blockchain bukan sekadar menelusuri satu transaksi. Tantangannya itu membaca pola dan keterkaitan antar transaksi yang kompleks. Itupun butuhkan analis terlatih dan dukungan teknologi yang tepat,”Ucapnya

Inilah wajah baru kejahatan saat ini. Kejahatan multi-chain, multi yurisdiksi, multi protokol, tanpa wajah dan tanpa batas negara. sehingga tidak bisa dihadapi dengan pola lama.

Koresponden Koin: Shelor (S)

About the Author

Easy WordPress Websites Builder: Versatile Demos for Blogs, News, eCommerce and More – One-Click Import, No Coding! 1000+ Ready-made Templates for Stunning Newspaper, Magazine, Blog, and Publishing Websites.

BlockSpare — News, Magazine and Blog Addons for (Gutenberg) Block Editor

Search the Archives

Access over the years of investigative journalism and breaking reports

You cannot copy content of this page