
www.kontrasindependent.com
Malang Kota- Telah terjadi penganiayaan dan pencabulan pada Hari Kamis 18 November 2021 pada anak panti Asuhan Assidiqqi Assyissuhada berumur 13 tahun dan masih duduk di kelas 6 SD disalah satu sekolah swasta di Kota Malang.
Menurut keterangan Bahwa ibu korban adalah seorang pembantu Rumah Tangga dan ayah korban mengalami ODGJ, sehingga kerban di asuh di Panti Asuhan.Bahwa pada Kamis 18/11/21, korban dibawa oleh seorang pelaku ke rumah pelaku, dan di rumah pelaku tersebut, tangan korban diikat menggunakan selendang, mulut korban disekap, dan korban diancam menggunakan pisau untuk disetubuhi.

Setelah kejadian pencabulan perbuatan pelaku diketahui oleh Istrinya dan kemudian patut diduga istri pelaku pencabulan memanggil para pelaku penganiayaan ke rumah tempat korban disetubuhi.
Bahwa para pelaku penganiayaan berjumiah 8 (delapan) orang dan kemudian diketahui para pelaku adalah teman-teman korban sendiri Bahwa setelah itu korban dibawa oleh kedelapan pelaku penganiayaan ke lapangan sepi yang berada di daerah perumahan kota Malang.
Disanalah para pelaku penganiayaan melancarkan kejahatan dan pengeroyokan tersebut, bahwa setelah kejadian penganiayaan tersebut, para pelaku masih sempat foto bersama korban dengan korban dalam keadaan babak belur dan tuka di sekujur tubuhnya.
Kemudian salah satu pelaku penganiayaan memulangkan korban kembali ke panti asuhan dimana korban tinggal, setelah itu diketahui handphone Xiaomi milik korban beserta uang tunai senilai Rp. 40.000,milik korban diambil oleh para pelaku.Menurut keterangan dari Polresta Malang Pelaku sudah di amankan di Polresta Malang untuk di mintai keterangan lebih lanjut.(Utsman)



- Dari Dapur Kelurahan ke Rumah Warga, 400 Balita Jakarta Barat Dapat Intervensi Gizi
- HUT RI Ke-81 Pemdes Pojok Dampit Gelar Dolor Darah Untuk Kemanusiaan
- SDN 03 Wonoagung Komandoi Kemeriahan Pesta Siaga Hardika ke-65 Tirtoyudo
- Peringati HUT RI Ke-81 Ratusan Karyawan PT. BMI Dampit Gelar Karnaval
- PETANI KECAMATAN TIGO NAGARI BERALIH TANAM SAWAH DISULAP JADI KEBUN JAGUNG AKIBAT KRISIS IRIGASI







