PETANI KECAMATAN TIGO NAGARI BERALIH TANAM SAWAH DISULAP JADI KEBUN JAGUNG AKIBAT KRISIS IRIGASI

Spread the love

KONTRAS INDEPENDENT MEDIA RESTORASI DAN INFORMASI PUBLIS

PASAMAN — Sejumlah petani di Kecamatan Tigo Nagari, Kabupaten Pasaman, mengambil langkah drastis demi menyambung hidup. Puluhan hektare lahan persawahan yang biasanya hijau oleh tanaman padi kini terpaksa dialihfungsikan menjadi kebun jagung.

Keputusan ini bukan tanpa sebab. Para petani mengaku sudah kehabisan akal akibat rusaknya jaringan irigasi di wilayah tersebut yang tak kunjung mendapatkan perbaikan permanen. Kondisi ini membuat pasokan air ke sawah terputus total, sehingga sawah mengalami kekeringan parah dan tidak lagi layak ditanami padi.

Alih fungsi lahan ini masif terjadi dalam beberapa musim tanam terakhir. Jagung dipilih sebagai alternatif utama karena tanaman ini dikenal lebih tahan terhadap kondisi kekurangan air (tadah hujan) dibandingkan padi yang sangat bergantung pada genangan air irigasi.

  • Minimnya Kebutuhan Air: Jagung hanya membutuhkan kelembapan tanah yang relatif sedikit pada fase tertentu, sangat cocok dengan kondisi saluran irigasi Tigo Nagari yang kering kerontang.
  • Biaya dan Risiko Lebih Rendah: Di tengah ancaman gagal panen akibat kekeringan, menanam padi justru mendatangkan kerugian besar bagi petani karena mahalnya biaya pupuk dan pengolahan awal tanpa hasil memuaskan.
  • Nilai Ekonomis Stabil: Selain lebih mudah perawatannya, hasil panen jagung di pasaran saat ini memiliki harga jual yang cukup stabil dan banyak dicari sebagai bahan baku pakan ternak.

Kendati beralih ke komoditas jagung menjadi solusi bertahan hidup yang efektif saat ini, para petani tetap menyimpan keresahan mendalam. Mereka khawatir identitas Kecamatan Tigo Nagari sebagai salah satu lumbung pangan di daerah tersebut akan hilang secara perlahan.

Para petani dan tokoh masyarakat setempat sangat berharap pemerintah daerah melalui instansi terkait, seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Pertanian, segera turun tangan meninjau lokasi dan memprioritaskan perbaikan infrastruktur irigasi yang rusak.

“Kami terpaksa beralih ke jagung karena kalau tetap memaksa menanam padi, sawah kami hanya jadi tanah retak. Kami mohon pemerintah segera memperbaiki irigasi yang rusak agar kami bisa kembali menggarap sawah seperti sedia kala,” ujar salah seorang petani setempat.

Jika perbaikan irigasi tidak segera direalisasikan, dikhawatirkan semakin banyak lahan persawahan produktif di Kecamatan Tigo Nagari yang beralih fungsi secara permanen, yang tentunya dapat berdampak pada kedaulatan pangan lokal di masa mendatang.

Publisher: Kabiro Pasaman

Realis : Kabiro Pasaman

Author: yakup Sumbar