
www.kontrasindependent.co Lumajang – Ini bisa kita lihat dalam proses shoting FTV berjudul TMTM (Terpaksa Menikahi Tuan Muda) yang diproduksi oleh PT Verona Indah Picture.
Bagaimana tidak , proses shoting dilakukan di Pos Pengungsian Korban Erupsi Semeru di Penanggal , Lumajang . Ironisnya lagi , adegan yang menampilkan pasangan berpelukan itu dilihat oleh warga dan anak-anak yang berada didalam Pos Pengungsian tersebut.
Dalam realese nya , Bupati Lumajang Thoriqul Haq menyatakan bahwa mereka tidak mengantongi izin dan telah diminta meninggalkan lokasi pengungsian .
“Saya berharap dan mendesak adegan yang di shot dalam lokasi pengungsian itu tidak ditayangkan , karena ini telah mencederai moral para relawan dan korban disana” ucap Axel Kharisma .23/12/2021

Pemuda yang menjadi Ketua Bidang Hukum SAPMA Pemuda Pancasila Kabupaten Malang ini juga menyampaikan kepada media.
“Mengambil foto saja diperbolehkan hanya untuk kepentingan Informasi dan Berita Media Massa , tidak lebih” pungkas nya .Dia juga berharap , hal ini menjadi perhatian dan pelajaran bagi semua Produsen Film . Untuk tidak memanfaatkan suasana demi Rating dan Nilai Produksi yang tinggi.(Selly)
- Dari Dapur Kelurahan ke Rumah Warga, 400 Balita Jakarta Barat Dapat Intervensi Gizi
- HUT RI Ke-81 Pemdes Pojok Dampit Gelar Dolor Darah Untuk Kemanusiaan
- SDN 03 Wonoagung Komandoi Kemeriahan Pesta Siaga Hardika ke-65 Tirtoyudo
- Peringati HUT RI Ke-81 Ratusan Karyawan PT. BMI Dampit Gelar Karnaval
- PETANI KECAMATAN TIGO NAGARI BERALIH TANAM SAWAH DISULAP JADI KEBUN JAGUNG AKIBAT KRISIS IRIGASI






