Kontras Independent Media Sarana Restorasi dan Informasi Publik
Ket foto : Kegiatan Haul Akbar di ponpes Mansyaul Ulum Ganjaran.
www.kontrasindependent.com Malang- Dalam rangka Haul Akbar KH. Zainal Alim, Ny.Hj. Siti Mariyah ke- 51 dan KH. Nasir Zayyadi ke- 24 Tahun di halaman Pondok Pesantren Mansyaul Ulum Ganjaran Gondanglegi Malang, Rabu 4 Pebruari 2026.
Agenda tersebut adalah salah satu kegiatan rutin di pondok yang beralokasi di jl. Sumber agung nomor.128 Ganjar Selatan disetiap tahun menjelang bulan suci Ramadhan.
Acara diawali pembukaan dengan pembacaan kitab Minahus Saniyah, dilanjut tawassul Almarhum Almarhumah oleh Pengasuh Ponpes Mansyaul Ulum KH. Mukhlason Nasir, lalu pembacaan ayat suci al-qur’an oleh Ustad Muhmmad Mustaghis dilanjutkan dengan Tahlil setelah itu sambutan pertama mewakili keluarga dalem PP Mansyaul Ulum yakni KH. Saiful Ghozi.
Dalam sambutan tersebut KH Saiful Ghozi memaparkan bahwa “Pondok Pesantren Mansyaul Ulum, Ganjaran, Gondanglegi, Malang, beberapa tahun ini memiliki rekam jejak prestasi unggul tingkat nasional dan internasional, terutama di bidang Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK/baca kitab kuning), seni, dan olahraga. Prestasi menonjol mencakup medali emas di tingkat nasional dan internasional, serta menjuarai berbagai kompetisi akademik santri,”ungkap menantu almagfilah KH. Nasir Zayyadi itu.
Setelah berapa rangkaian acara berlanjut Mauidhotul Hasanah dibawakan oleh Ketua Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU) Jawa Timur KH. Abdulloh Syamsul Arifin M.Hi asal Jember.
Sedikit mengutip keterangan dalam Mauidhotul Hasanah Kyai yang dikenal sapaan (Gus Aab) itu bahwa anak Solih itu sangat berdampak pada orang tua yang sudah meninggal contohnya KH. Zainal Alim, punya turunan KH. Nasir Zayyadi, yang memiliki istri Ny. Hj. Marwati Nasir, memiliki putra yang sekarang menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Mansyaul Ulum KH. Mukhlason Nasir, dengan 7 bersaudara.
Contoh diatas adalah orang-orang pejuang Islam yang memiliki keluarga yang Solih Solihah pada intinya bila ikatan keimaman itu seirama maka kelak diakhirat akan dipertemukan kembali (Akan berkumpul).
Lanjut Gus Aab, Setelah itu ada Nasab Maknawi/Ruhiyah yakni Hubungan batiniah atau spiritual yang erat, di mana guru dianggap sebagai orang tua rohani yang membimbing moralitas dan akhlak santri, sebagaimana orang tua kandung membimbing fisik.
“Hubungan Sabab/Khidmah hubungan yang terjalin karena santri mengabdi (khidmah) kepada kyai, yang dianggap sama pentingnya dan memiliki keberkahan yang sama dengan nasab orang tua. Secara singkat, jika nasab darah menyambungkan fisik, sanad ilmu adalah nasab yang menyambungkan ruh dan pemikiran antara guru dan santri,” Tegas Tokoh Ulama NU dengan suaranya yang keras.
Hadir dalam acara tersebut para alim ulama, tokoh masyarakat, para alumni dari berbagai daerah, ratusan santriwan santriwati dan ribuan tamu undangan ikut serta hadir dalam acara tahunan, hasil pantauan kontras Independent acara berjalan lancar, sukses dan hikmad.(*)
Publisher : Utsman Pimpinan Liputan Nasional kontras tv dan online.
















