Warga Sekar putih Geruduk Rumah Warga Dawuhan terkait Penganiayaan terhadap Ustadz

Spread the love
Foto by Kontras Independent & team Koin

KontraS Independent Media Sarana Restorasi dan Informasi Publik.

Www.kontrasindependent.com – 15 – Juli – 2020 – Situbondo,15 Juli 2020-Peristiwa penganiayaan terhadap seorang guru ngaji berbuntut panjang. Keluarga korban penganiayaan bersama dengan ratusan massa yang berasal dari Dusun Sekarputih, Desa Tribungan, Kecamatan Mangaran, Kabupaten Situbondo, menggeruduk sebuah rumah yang diduga sebagai tempat tinggal KH, atau lebih dikenal dengan sebutan AW, pelaku penganiayaan untuk meminta pertanggung jawaban kepada pelaku. Selasa, 14 Juli 2020.

Karena saat itu pelaku sedang tidak ada di rumah. Beberapa perwakilan masa akhirnya menuju rumah Turbuana, Ketua RT.03 RW.03 Lingkungan Parse, Kelurahan Dawuhan, Kecamatan Situbondo, Kabupaten Situbondo, yang merupakan tempat tinggal pelaku. Mereka menuntut agar pelaku segera menyerahkan diri kepada pihak yang berwajib.

Kejadian ini merupakan rentetan dari kejadian sebelumnya. Yaitu pada hari Jumat, 10 Juli 2020, sekitar pukul 21.00 WIB, Petugas Piket SPKT Polres Situbondo menerima laporan adanya kejadian penganiayaan di sebuah bengkel vulkanisir di jalan Wijaya Kusuma Kelurahan Dawuhan. 
Kemudian Ka-SPKT, Aiptu Marsoyo bersama regu Patroli Sabhara dan Anggota Reskrim segera meluncur ke tempat kejadian perkara (TKP) dan menemukan korban sedang berada di pinggir jalan raya. Korban kemudian dibawa ke Mapolres Situbondo dan diberikan pertolongan pertama.

Fatorahman (54), korban penganiayaan yang merupakan warga dari Dusun Sekarputih, Desa Trebungan, Kecamatan Mangaran mengalami luka lecet di bagian wajah di bawah mata sebelah kanan, luka gores di jari dan jempol tangan kanan dan luka lecet di bagian kaki kanan dan kaki kiri serta sakit di bagian punggung karena terjatuh. 
Menurut keterangan korban, awalnya korban mengendarai sepeda motor dan berhenti di TKP bermaksud menanyakan alamat kepada seseorang yang tidak dikenal. Namun tiba-tiba orang tersebut marah-marah dan diduga melakukan penganiayaan kepada korban tanpa alasan yang jelas sehingga membuat korban mengalami luka ringan.

Foto warga saat dilokasi by KontraS Independent

Kasubbag Humas, Iptu Nuri membenarkan bahwa ada warga melapor kejadian penganiayaan. Kemudian petugas Patroli bersama piket SPKT dan Reskrim berhasil menemukan dan membantu korban. Namun pelaku sampai saat ini belum bisa ketahui keberadaanya.

Koptu Selamet Widodo selaku Babinsa Kelurahan Dawuhan, membenarkan kejadian ini, “Saya kaget mendengar informasi dari salah satu warga bahwa ada ratusan masa mencari salah satu warga saya yang terlibat pelaku pemukulan. Saya langsung meluncur ke TKP. Untungnya ratusan massa tersebut bisa menahan diri,” terangnya. “Saya menghimbau kepada keluarga pelaku agar pelaku segera menyerahkan diri kepada pihak yang berwajib” Pungkas Babinsa.

Dayat, salah satu warga setempat mengutarakan, “Kami sebenarnya merasa resah melihat segerombolan ratusan massa warga Sekarputih yang mencari rumah pelaku. Namun setelah pihak Kepolisian dan Babinsa turun ke lokasi saya merasa lega. Suasana pada saat itu sangat mencekam. Setelah saya melihat banyak Polisi dan Babinsa, hati saya tenang. Dan saya juga berharap untuk pelaku segera menyerahkan diri sehingga semua warga yang ada di sini tidak merasa resah dan panik.” Ungkap Dayat,(Beni/team KoiN).

Salam hormat kami Pimpinan Redaksi Fathur Rochman