Kontras Independent Media Sarana Restorasi dan Informasi Publik
Ket Foto : Workshop di Puskesmas Sumber Pucung 28 Oktober 2022.
www.kontrasindependent.com Malang- Dalam rangka Penurunan Pencegahan Stunting Puskesmas Sumber Pucung menggelar Workshop yang dihadiri oleh Muspika, General Meneger PT. Nusantara Power dan sejumlah Kader pada Jum’at 28 Oktober 2022.
Dalam giat tersebut Hadir Kepala Puskesmas Drg. Rahmawati Daha, Sekcam Sugeng Tri S, S.Sos, General Meneger PT. PLN Nusantara Power Muchamad Fauzi Iskandar, Manajer Keuangan Administrasi Moh Najib, Pujo Hastono dan Herlan Rinaldi.

Hadir juga Kanit sabara polsek IPTU Rahmat, PLKB B. Titit, Lettu Agus TNI AU dan seluruh Ketua Kader se-Kecamatan Sumber Pucung.
Muchamad Fauzi selaku GM dari PT. PLN Nusantara Power dalam Sambutanya menyampaikan bahwa Perusahaan tersebut awalnya bernama PT. PJB UP Brantas, dengan beralih nama menjadi PT PLN Nusantara Power UP Brantas berharap, semoga kedepan makin maju dan sukses.
“Salah satu kebijakan perusahaan yakni anggaran dari CSR untuk membantu berbagai kegiatan sosial dan semoga bantuan ini bisa bermanfaat untuk pencegahan Stunting di wilayah Sumber Pucung,”Ujar M. Fauzi.
Satu tempat statement Kepala Puskesmas Drg. Rahmawati Daha menjelaskan dalam giat tersebut ada beberapa bantuan juga dari PT. PLN Nusantara dana peningkatan kapasitas kader dalam percepatan penurunan stunting, sedangkan Dari dinas Kesehatan bantuan berupa transport pendampingan PMT balita dan bumil kek untuk kader dan petugas, BOK untuk kegiatan gizi, PMT pemulihan untuk balita kurus dan bumil kek dan Antopoemetri, alat untuk mengukur anatomi tubuh manusia.

Selain itu bantuan Dari bakorwil berupa PMT untuk balita stunting dan bumil kek dan dari Add adalah PMT balita dan alat antropometri.
Kepala Puskesmas juga mengungkapkan, Menindak lanjuti tujuan workshop sebagai bentuk apresiasi terhadap stunting di wilayah Sumber Pucung merujuk pada data tahun 2022 stunting mengalami penurunan dari 15% menjadi 7%.
Harapannya dengan diadakan pelatihan untuk seluruh kader akan tercipta standar penimbangan dan pengukuran yang benar agar tidak terjadi salah ukur dan human error.

Kepala Puskesmas dalan giat tersebut mengucapkan “Kami berterima kasih sekali kepada semua pihak yang telah membantu dalam acara tersebut guna untuk kesehatan para Balita, menuju Indonesia maju dan Indonesia tumbuh,”Tuturnya.
Seiring Komentar Sekretaris Camat yang termasuk Ketua TPPS (Tim Percepatan Penurunan Stunting) Sugeng Tri memaparakan bahwa faktor terjadinya Stunting itu salah satunya adalah Pernikahan dini itu bila punya keturunan rawan dengan stunting, Pola asuh yang tidak benar, banyak ibu muda yang tidak memberi minuman ASI itu juga Rawan dengan Stunting.
Oleh karena itu kita perlu memberikan bimbingan pada masyarakat dan pelatihan agar supaya mengerti cara-cara pencegahanya.(Utsman)
















