Pengunjung Mengeluh Soal Tiket Wisata dan Pungutan Parkir di Balekambang

Spread the love

Kontras Independent Media Sarana Restorasi dan Informasi Publik

Ket foto : Bukti tiket masuk Bale Kambang harus bayar Tiket Pantai Regent.

www.kontrasindependent.com Malang- Sehubungan dengan tempat wisata Bale kambang yang termasuk pantai wisata Malang selatan yang cukup Potensi jadi cukup Viral di Medsos adanya Dugaan Pungli soal parkir.

Beberapa pekan ini banyak pengunjung mulai mengeluh terkait adanya Tiket masuk yang harus dobel dengan pantai Regent di sebelahnya.

Anehnya menurut beberapa pengunjung “La saya mau wisata ke Bale Kambang aja tapi kenapa harus beli tiket 2 dengan pantai Regent?? Tak hanya itu saya juga kesal adanya oknum parkir melakukan pungutan sebesar 5000 di dalam, yang bikin kesal motifnya maksa,” Ujar Narsum asal Kepanjen itu.

Terkait hal tersebut dari Kontras Independent melakukan konfir pada salah satu penjaga Pantai Bale Kambang ia menjawab tidak tau soal itu, karena tiket dobel itu berlaku dari dulu,’ujarnya.

Sehubungan dengan adanya parkir di lokasi pantai dari penjaga disuruh konfirmasi ke Ketua Pemuda Pancasila. Sayangnya Ketua PP kabupaten Malang Bogang sudibyo di ubungi belum ada jawaban.

Akhirnya dari Kontras Independent melakukan konfirmasi pada Direktur Perusahaan Daerah Jasa Yasa yang baru di Lantik baru 4 bulan (Raden Djoni sudjatmoko), pihaknya menjelaskan persoalan itu.

Iya menjawab “Saya baru menjabat mas saya minta waktu dalam 3 bulan ini ia akan menertibkan sampai bulan Desember kami masih penataan,” Terkait Karcis dobel dua itu berlaku sampai bulan Desember 2023 di targetnya nanti tahun depan Dirut akan merubah kebijakan yakni Tiket akan berlaku hanya satu biar masing-masing tiketnya ungkapnya agar tidak jadi gejolak buat pengunjung.

Terkait penarikan karcis di dalam menurut Dirut “Didalam Ndak ada lagi pembayaran Parkir, semua pungutan ada di depan,”Tuturnya.

Direktur PD jasa yasa juga mengungkapkan bahwa ia diminta Bupati Malang untuk membenahi menejemen dan aturan Perusahaan Daerah Jasa Yasa, karena saat ia masuk di Perusahan tersebut memiliki hutang sekitar 50 milyar lebih dan ada sisa dana Kas cuma 10jt, Dirut Djoni Sujatmiko juga merasa heran, lahan wisata punya potensi sebesar itu kok sampai punya hutang sebanyak itu,”Timpalnya.

Dengan diminta Bupati Malang untuk membenahi menejement tersebut pihaknya akan berusaha dalam waktu setahun berupaya tanggungan bis selesai,”Tutupnya.(Utsman)