Muhammadiyah dan Politik Menjaga Independensi dan Menolak Jadi Alat Kekuasaan

Spread the love

KONTRAS INDEPENDENT MEDIA RESTORASI DAN INFORMASI PUBLIS

Padang — Dinamika politik nasional selalu menghadirkan godaan bagi organisasi kemasyarakatan besar, tak terkecuali Muhammadiyah. Di tengah arus perebutan pengaruh dan kekuasaan, seruan moral kembali bergema: Muhammadiyah harus tetap konsisten pada khitahnya sebagai gerakan Islam, dakwah, dan tajdid, serta tidak boleh terseret menjadi alat kepentingan politik praktis.

Sebagai organisasi yang lahir untuk membangun masyarakat utama, menegakkan amar ma’ruf nahi munkar, dan menghadirkan Islam sebagai rahmat bagi semesta alam (rahmatan lil ‘alamin), posisi strategis Muhammadiyah senantiasa berada di atas semua golongan.

Sejarah politik Indonesia telah menyaksikan berbagai siklus perubahan. Poin-poin penting yang perlu dicatat meliputi:

  • Kekuasaan Bersifat Sementara: Kekuasaan, partai politik, dan kepemimpinan nasional dapat berganti dari masa ke masa.
  • Prinsip Adalah Harga Mati: Di tengah turbulensi politik yang dinamis, prinsip dasar organisasi dan moralitas kebangsaan tidak boleh bergeser hanya demi mengakomodasi kepentingan politik sesaat.
  • Menjaga Marwah Organisasi: Setiap kader diingatkan agar tidak menjual independensi organisasi demi mengejar kursi kekuasaan atau menukar idealisme dengan fasilitas material.

Menjaga jarak yang sama dengan seluruh kekuatan politik bukan berarti Muhammadiyah bersikap apolitis. Organisasi ini justru mendorong lahirnya kader-kader persyarikatan yang cerdas dan melek politik (high political literacy).

“Muhammadiyah harus memiliki kader yang melek politik, tetapi tidak mabuk kekuasaan. Itulah wujud kedewasaan politik yang sesungguhnya.”

Dengan kesadaran politik yang matang, kader Muhammadiyah diharapkan mampu menjadi pelopor pencerah umat, mengawasi jalannya kebijakan publik secara kritis, dan menolak menjadikan nama besar persyarikatan sebagai kendaraan transaksional untuk memburu kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu.

Bagaimana pandangan Anda mengenai peran strategis ormas Islam dalam menjaga kondusivitas politik tanpa kehilangan daya kritisnya?

Realis : Yakup Hasibuan

Publisher : Yakup Hasibuan

Author: yakup Sumbar