Misteri Setahun Hilangnya Gadis Asal Bergas Terungkap, Terduga Pelaku Ditangkap di Blora

Spread the love


KONTRAS INDIPENDENT MEDIA SARANA RESTORASI DAN INFORMASI PUBLIK


www.kontrasIndipendent.com

KONTRAS Independent Malang 05.09.2026 – Misteri hilangnya seorang remaja perempuan bernama Mozza Axillia Gunarsa (18), warga Desa Gebugan, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, yang dilaporkan hilang sejak Juni 2025 akhirnya terkuak secara tragis. Korban yang sempat dicari oleh pihak keluarga dan aparat kepolisian selama lebih dari satu tahun tersebut, kini ditemukan dalam kondisi telah menjadi kerangka di area tebing Jalan Tol Jangli, Kota Semarang.

Titik terang pengungkapan kasus ini bermula ketika jajaran Satreskrim Polres Semarang melakukan pemeriksaan intensif terhadap perangkat elektronik milik korban yang diserahkan oleh pihak keluarga. Dari penelusuran rekam jejak komunikasi tersebut, polisi menemukan adanya interaksi terakhir antara korban dengan seorang pemuda berinisial MDVS (22) di sebuah rumah kos yang terletak di kawasan Jalan Sriwijaya, Kota Semarang.

Berdasarkan hasil penyelidikan dan koordinasi antarwilayah, tim gabungan kepolisian berhasil mengamankan terduga pelaku MDVS di tempat tinggalnya di Kabupaten Blora pada Rabu (3/9/2026). Penangkapan ini dilakukan secara persuasif demi kelancaran pengumpulan keterangan. Penangkapan tersebut dikonfirmasi langsung oleh Kapolres Semarang, AKBP Heru Dwi Purnomo, yang menyatakan bahwa terduga pelaku memiliki hubungan dekat dengan korban.

Dalam proses interogasi awal di hadapan penyidik, MDVS diduga mengakui perbuatannya yang telah menghilangkan nyawa korban pada tanggal 25 Juni 2025. Peristiwa pidana tersebut diduga dipicu oleh adanya cekcok atau perselisihan adu mulut antara keduanya di dalam kamar kos di Jalan Sriwijaya. Pelaku yang tersulut emosi kemudian mencekik leher korban hingga meninggal dunia di lokasi kejadian.

Guna menyembunyikan perbuatannya, terduga pelaku kemudian memasukkan jasad korban ke dalam karung plastik. Jasad tersebut lalu dibawa dan dibuang ke area lereng atau jurang yang cukup terjal di sekitar pinggiran Tol Jangli, Tembalang, Kota Semarang. Berdasarkan petunjuk dan pengakuan dari terduga pelaku mengenai lokasi pembuangan, polisi langsung bergerak melakukan pencarian fisik ke area koordinat yang dimaksud.

Petugas dari Tim Inafis beserta Tim SAR kemudian melakukan proses evakuasi yang cukup sulit di medan tebing curam pada Jumat (4/9/2026) siang. Di lokasi tersebut, petugas menemukan kerangka manusia terbungkus karung yang masih disertai pakaian serta barang pribadi yang identik dengan milik korban saat dilaporkan hilang, seperti sweater dan jepit rambut. Temuan kerangka utuh ini pun langsung dievakuasi menuju RS Bhayangkara Semarang. [5, 6, 10, 11]
Demi menegakkan prinsip scientific crime investigation (penyidikan berbasis ilmiah), pihak kepolisian saat ini tengah melangsungkan uji DNA terhadap kerangka tersebut. Langkah medis dan hukum ini diperlukan untuk menyelaraskan pembuktian pidana secara mutlak serta memastikan kecocokan biologis secara resmi dengan pihak keluarga korban. Jenazah korban sendiri dilaporkan telah diserahkan dan dimakamkan oleh pihak keluarga di TPU Sepringgitan, Kabupaten Semarang.

Hingga saat ini, penanganan perkara pidana tersebut telah dilimpahkan secara resmi ke Satreskrim Polrestabes Semarang karena tempat kejadian perkara (locus delicti) berada di wilayah hukum Kota Semarang. Penyidik kepolisian masih terus melakukan pendalaman dan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap tersangka guna mengungkap motif utamanya secara utuh, sembari tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah selama proses hukum berjalan.

Publisher :Vivian Syahputri Ramadhani

Ralat: Ririn Adi

Keluarga Besar MEDIA Kontras Independent Berduka atas meninggalnya ketua Investigasi Moh. Sumaji.