Bay foyo Utsman : Lokasi pelayanan Catatan Sipil Kecamatan Kalipare.
www.kontrasindependent.com Malang- Sehubungan dengan pelayanan Pencatatan Sipil Kementrian dalam Negeri telah meluncurkan Mesin ADM (Anjungan Dukcapil Mandiri) fungsinya adalah untuk memudahkan masyarakat untuk mencetak KTP, Akte Kelahiran dan Kartu Keluarga.
Dalam hal ini hasil temuan dari Kontras Independent berdasarkan keluhan masyarakat bahwa jarang dan tak pernah lihat masyarakat cetak di kecamatan Kalipare.
Dari temuan tersebut awak media melakukan konfirmasi pada operator bagian petugas dari Dukcapil Kabupaten Malang bagian foto Ktp dan penerima pengajuan Waskito terkait cetak ktp di Kecamatan Kalipare menjawab pertama Disini gak ada alatnya pak, setelah di tunjuk alat itu untuk apa??? Aneh juga padahal Mesin ADM jelas di depan mata, Baru jawab lagi “Disini tidak bisa cetak ktp kalau mau cetak di Dukcapil, disini hanya menerima pengajuan saja, kalau mau cetak disini kalau sudah punya barcode baru bisa cetak disini, jawaban kurang nyaman juga terlontar dari petugas operator kalau mau cepat langsung ke capil sana pak,”Ungkapnya.
Terkait hal ini dari kontras melakukan konfirmasi pada Sekcam Kalipare Agus Setya Budhi karena tidak ada di kantor konfirmasi Via tlp/washaap jawabanya “loh kemarin bisa tu bro..Kmrn nyala saya tanyakan direstart, Sudah d update kok sm petugas nya,” Terang Sekcam.
Lain tempat dari Kontras juga melakukan konfirmasi pada Kepala Dinas Catatan Sipil Kabupaten Malang Harry Setia Budi di telepon masih ada rapat dan mengarakan suruh konfimasi pada Subianto Bagian PIAK dukcapil Kab Malang, di telepon nada aktif tidak di angkat, di Wa belum ada jawaban.
Hingga berita ini di naikan di redaksi dari pihak Dinas Catatan Sipil Kab Malang masih belum ada penjelasan.
Salah satu sumber masyarakat Kalipare saat mau ngajukan Ktp dan KK 29/7/22 pihaknya merasa kesulitan “Pelayananya ribet, apa artinya mesin di Kecamatan kalau endingnya masyarakat harus wira wiri ke catatan sipil, ini kan menyulitkan masyatakat apalagi masyarakat kecil yang kerja kuli atau karyawan,”Ungkapnya dengan nada kesal.(Utsman)








