KONTRAS INDEPENDENT MEDIA RESTORASI DAN INFORMASI PUBLIS
PASAMAN — Masyarakat mendesak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia Perwakilan Sumatera Barat serta aparat penegak hukum untuk segera mengaudit dan menyelidiki proyek strategis di bawah kendali Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDABK) Provinsi Sumatera Barat. Proyek tersebut dinilai sarat masalah, mulai dari dugaan penggunaan material ilegal hingga progres pengerjaan yang lamban dan amburadul.
Berdasarkan data yang dihimpun, proyek ini didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 dengan nilai kontrak yang cukup fantastis, yakni sebesar Rp2.509.212.276,00.
Pengerjaan proyek fisik ini dipercayakan kepada CV. Betta Bina Cipta Corporation berdasarkan Nomor Kontrak: 4.41/PPSDA-SDABK/APBD/VIII-2026 yang ditandatangani pada tanggal 24 Agustus 2026. Sementara itu, fungsi pengawasan di lapangan dipegang oleh CV. Autentik Cipta Engineering selaku konsultan pengawas.
Alih-alih berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat, pelaksanaan proyek ini justru menuai sorotan tajam. Di lapangan, progres pengerjaan dinilai sangat lamban dan jauh dari target. Sudah berjalan sekian bulan, volume pekerjaan yang diselesaikan dilaporkan baru mencapai sekitar 70 kubik.
Kecurigaan publik semakin menguat setelah tim investigasi turun langsung ke lapangan. Berdasarkan konfirmasi di lapangan, pihak pelaksana proyek secara tidak langsung membenarkan adanya pelanggaran terkait asal-usul material batu yang digunakan. Pihak pelaksana mengakui bahwa material diambil langsung dari sungai, sementara batu yang dipesan resmi untuk sampel hanya sebatas dua unit mobil saja.
Kondisi ini memicu kemarahan dan kekecewaan warga setempat. Penggunaan material ilegal dari sungai dikhawatirkan tidak memenuhi standar spesifikasi teknis (RAB) dan berpotensi merusak lingkungan sekitar, serta merugikan keuangan negara.
Masyarakat mendesak agar BPK segera turun tangan melakukan audit investigatif terhadap proyek miliaran rupiah ini. Warga juga meminta Dinas SDABK Provinsi Sumatera Barat bersikap tegas dengan mengevaluasi kinerja CV. Betta Bina Cipta Corporation selaku kontraktor pelaksana serta CV. Autentik Cipta Engineering selaku pengawas yang dinilai lalai dalam menjalankan fungsi pengawasan di lapangan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas SDABK Provinsi Sumatera Barat serta manajemen CV. Betta Bina Cipta Corporation masih dalam upaya konfirmasi lebih lanjut terkait temuan dan desakan audit tersebut.
Publisher : Team Investigasi Kontras Independent Sumatra Barat
Realis : Team Investigasi Kontras Independent Sumatra Barat








