Lora Abdul Kholiq Murka, Makam Wali Bagaikan Bali Berkerudung

Spread the love

Bay foto : Lora Abdul Kholiq bin Holel Munir Pembina Ponpes Nurul Munir dan PP. Yatim&du’afa Miftahul Munir Kalipare Malang.

www.kontrasindependent.com Bangkalan- Lora Abdul Kholiq asal Kajuanak Kecamatan Galis Murka setelah melihat keadaan tempat makam Waliyulloh Syekhona Holel Bangkalan para Ziaroh ngumpul Laki dan Perempuan di dalam Masjid.

Bertepatan Haul KH. Muhammad Munir ke 13 Thn 1443 Hijriyah, Kajuanak Ahad 24 Juli 2022, Lora Abdul Kholiq di temui Utsman Pimpinan Liputan Nasional Kontras Tv dan Online di kediamanya memaparkan temuanya saat berziaroh.

Peziarah laki perempuan depan makam.

“Sungguh pemandangan yang kurang elok, masak Makam Ulama Besar Jawa timur tersebut tak ada satu orangpun pengelolah Makam terutama Tokoh ulama di Madura gak ada yang peka terhadap situasi tersebut semestinya peziaroh tidak ngumpul jadi satu laki dan perempuan (Harus ada satir tempat laki-laki sendiri dan perempuan sendiri) saya melihat tempat tersebut bagaikan Bali Berkerudung,” Ujarnya.

Lokasi Masjid Syehkhona Holel Bangkalan Madura.

Lanjut Ra Kholiq “Saya sempat protes pada pengelolah Makam Syaikhona Holil kenapa yang di urus hanya Kamar mandi dan tempat parkir kendaraan saja yang di urus, kalian bagus jaga kamar mandi untuk kebersihan  walaupun di sini kalian sebenarnya meraup keuntungan hasil kotak dari 2000 perkepala,”Ungkap Pembina Ponpes Yatim Al-munir Kalipare dan PP. Nurul Munir Kajuanak itu.

Juru parkir juga dapat protes dari cucu Almarhum KH. Muhammad Munir, apakah kalian sadar kenapa para Peziarah yang datangnya dari berbagai kota di Indonesia itu ngumpul di dalam masjid tepat depan makan Syaekhona Holil tanpa ada sekat antara laki dan perempuan yang termasuk bukan mahram, itu menunjukan lemahnya kepedulian dari berbagai kalangan tokoh masyarakat khususnya para ulama di Madura yang semestinya jadi kontrol sosial di tempat wisata religi tersebut.(Utsman)