Kritik Pedas Dari Mantan Ketua BEM UGM Masa Kepemimpinan Prabowo Gibran

Spread the love

Kontras Independent Media Sarana Restorasi dan Informasi Publik 

Ket foto : Tiyo Ardianto Mahasiswa UGM Mantan Ketua BEM tahun 2025.

www.kontrasindependent.com- Yogyakarta- Tiyo Ardianto seorang Mahasiswa Universitas Gajah Mada (UGM) yang menjabat sebagai ketua Badan Ekskutif Mahasiswa (BEM) pada tahun 2025, Viral di media sosial karena telah berani mengkritik keras pada Presiden dan wakil Presiden.

Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto melontarkan kritik keras terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran saat acara diskusi publik bertajuk “Terus Terang”. Acara ini disiarkan di kanal YouTube Mahfud MD Official dan diselenggarakan di Auditorium Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta 21 Mei 2026.

Dalam forum yang juga dihadiri oleh Mahfud MD dan Rocky Gerung tersebut, Tiyo melontarkan beberapa pernyataan pedas, di antaranya

Menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai kebijakan yang tidak tepat dan sempat menyebutnya sebagai “maling berkedok gizi”.

Tiyo juga menyebut bahwa singkatan SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) sejatinya adalah “Satuan Penjilat Prabowo-Gibran”.Menyoroti cacat hukum dalam pemerintahan dan mengapresiasi langkah tegas UII yang menolak mengelola SPPG, yang ia sebut sebagai tindakan heroik.

Tak hanya itu Pemuda asal Kudus tersebut melontarkan kritikanya dengan lantang dan tegas bahwa saat petama kali prabowo berkuasa telah melakukan pelanggaran dengan mengangkat Teddy Indra Wijaya sebagai Sekretaris Kabinet (Seskab) dinilai oleh sejumlah kalangan, seperti koalisi masyarakat sipil dan anggota DPR, melanggar Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI.

Lanjut tiyo “Setelah prabowo melakukan pelanggaran bukan malah Tedy yang dicopot akan tetapi malah Unadang-undangnya yang rubah,” ungkap Pria asal Kudus Jawa Tengah itu.

Sempat dalam ungkapan pria yang baru berumur 23 tahun itu beredar di media sosial tantang debat Presiden Prabowo di depan ribuan mahasiswa tanpa perantara.(*)

Publisher : Utsman Pimpinan Liputan Nasional kontras tv dan online.