Konflik Lahan Ulayat Kinali Memanas: PT PAN Diduga Bersikap Arogan dan Tabrak Kendaraan Warga yang Hadang Jalan

Spread the love

KONTRAS INDEPENDENT MEDIA RESTORASI DAN INFORMASI PUBLIS

KINALI, SUMATERA BARAT — Ketegangan pecah di kawasan Hak Guna Usaha (HGU) PT Perkebunan Anak Negeri (PAN) di Kecamatan Kinali, Kabupaten Pasaman Barat. Aksi perjuangan masyarakat adat setempat untuk mempertahankan dan menuntut pengembalian tanah ulayat yang diduga telah habis masa izin HGU-nya berujung ricuh akibat dugaan tindakan arogan dari pihak perusahaan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, puncak ketegangan terjadi ketika ratusan warga melakukan aksi penghadangan di akses jalan perusahaan. Langkah ini diambil masyarakat sebagai bentuk protes menyusul operasional perusahaan yang dinilai tetap berjalan di atas lahan ulayat yang masa HGU-nya telah mati sejak beberapa waktu lalu.

Alih-alih membuka ruang dialog dengan warga yang tengah menuntut hak atas tanah leluhur mereka, pihak perusahaan melalui kendaraan operasionalnya diduga bertindak nekat. Sejumlah pengurus dan armada perusahaan dikabarkan menerobos barisan warga hingga menabrak puluhan kendaraan milik masyarakat yang diparkir dan digunakan untuk melakukan aksi penghadangan di jalan tersebut.

Aksi penabrakan tersebut sontak memicu kemarahan massa di lokasi kejadian. Puluhan kendaraan roda dua milik warga mengalami kerusakan parah akibat dilindas dan ditabrak oleh kendaraan perusahaan. Beruntung, tidak ada laporan korban jiwa dalam insiden menegangkan tersebut, namun beberapa warga nyaris menjadi korban akibat tindakan ugal-ugalan yang diduga dilakukan oleh pihak pengamanan atau perwakilan perusahaan.
“Kami hanya menuntut hak kami. Tanah ulayat ini milik anak nagari Kinali, sementara HGU perusahaan sudah mati dan tidak sah lagi beroperasi di sini. Tapi, alih-alih mendengarkan aspirasi kami, mereka justru menunjukkan sikap arogan dan menabrak kendaraan kami tanpa rasa kemanusiaan,” ujar salah seorang perwakilan masyarakat di lokasi aksi.

Masyarakat Kinali mengecam keras tindakan arogan yang ditunjukkan oleh manajemen PT PAN. Perjuangan yang telah dilakukan bertahun-tahun untuk mendapatkan kembali tanah ulayat kini semakin memanas dengan adanya insiden kekerasan dan perusakan aset warga ini.

Hingga berita ini diturunkan, warga mendesak:

  • Aparat penegak hukum segera mengusut tuntas insiden penabrakan dan perusakan kendaraan warga serta memproses pihak perusahaan yang bertanggung jawab.
  • Pemerintah Daerah dan Kementerian ATR/BPN turun tangan untuk meninjau status HGU PT PAN yang telah mati dan segera mengembalikan tanah ulayat kepada masyarakat adat Kinali.
  • Pihak manajemen PT PAN menghentikan seluruh aktivitas operasional di atas lahan yang sedang bersengketa guna menghindari jatuhnya korban jiwa lebih lanjut.

Masyarakat adat Kinali menyatakan akan terus bertahan dan memperjuangkan hak ulayat mereka sampai ada kejelasan resmi dari pihak berwenang serta pertanggungjawaban dari PT PAN atas insiden arogan yang merugikan warga.

Publisher: Edi

Realis : Edi

Author: yakup Sumbar