KONTRAS INDEPENDENT MEDIA RESTORASI DAN INFORMASI PUBLIS
Padang — Wilayah Sumatera Barat (Sumbar) kini tengah meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kabut asap kiriman yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di provinsi tetangga. Kondisi ini mulai memicu penurunan kualitas udara serta jarak pandang di sejumlah kabupaten.
Ketua Regional Kontras Independent Sumatera Barat, Medri Chaniago, mengungkapkan bahwa dampak kiriman asap tersebut telah terdeteksi merata di beberapa daerah rawan di Sumbar.
Berdasarkan pemantauan di lapangan, daerah-daerah yang dilaporkan paling merasakan dampak kabut asap meliputi:
- Kabupaten Pesisir Selatan
- Kabupaten Dharmasraya
- Kabupaten Sijunjung
- Kabupaten Pasaman
- Kabupaten Lima Puluh Kota
- Sebagian wilayah Kabupaten Tanah Datar
- Sebagian wilayah Kabupaten Solok
Di wilayah-wilayah tersebut, jarak pandang dilaporkan mengalami penurunan yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan hari-hari normal. Selain itu, parameter kualitas udara juga turut memburuk akibat paparan partikel polutan dari asap karhutla.
Menanggapi situasi ini, Medri Chaniago mengimbau kepada seluruh masyarakat di daerah terdampak agar lebih mementingkan kesehatan dan keselamatan diri dengan mengambil langkah-langkah pencegahan secara mandiri.
“Kenakan masker dan kurangi aktivitas luar ruangan demi menjaga kesehatan, kita menunggu upaya pemadaman yang tengah dilakukan oleh tim gabungan pemerintah sampai saat ini,” imbau Medri Chaniago.
Masyarakat diimbau untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca dan kualitas udara resmi dari instansi terkait, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mulai mengalami gangguan pernapasan, iritasi mata, atau keluhan kesehatan lainnya.
Realis : Jordi
Publisher : Jordi







