Kontras Independent Media Sarana Restorasi dan Informasi Publik
Ket foto : Sekretaris Komisi III saat Rapat dengan Kementrian PUPR.
www.kontrasindependent.com Jakarta- Amarta Faza, ST, M.Sos
Sekretaris Komisi III (bidang infrastruktur)
Ketua Fraksi NasDem DPRD Malang Pada 26 Mei 2023 lalu melakukan Audiensi dengan Kementrian PUPR Dirjen Bina Marga.
Beberapa agenda yang di bahas diantaranya terkait Tol Malang-Kepanjen maupun beberapa proyek nasional di Kabupaten Malang.
Terkait progres, yang awalnya Tol Malang-Kepanjen direncanakan dapat di realisasi untuk tahun 2026, akan mengalami kemunduran. Progres Tol Malang-Kepanjen direncanakan berprogres pada 2025-2029.

Hal ini mengacu pada surat PT.PP kepada kementrian PUPR bahwa pemrakarsa dalam hal ini PT.PP menyatakan belum bisa melanjutkan proses prakarsa karena belum menarik secara komersial. Kami melihat kemungkinan karena setelah PT.PP melakukan kajian, Tol Malang-Kepanjen belum memenuhi kelayakan finansial (Finansial Rate of Return) mereka.
Tapi pihak Kementrian PUPR Dirjen Bina Marga memastikan bahwa Tol Malang-Kepanjen akan tetap berjalan yang awalnya melalui prakarsa badan usaha (unsolicited) menjadi prakarsa pemerintah (solicited). Kami dalam hal ini sangat berharap realisasi dari Tol Malang-Kepanjen ini, mengingat padatnya volume kendaraan dari Malang-Kepanjen yang semakin tinggi. Jarak tempuh Tol Malang-Kepanjen saat ini sudah tidak ideal, apabila ada hal tertentu semisal jalan di tutup karena event atau ada bencana pohon tumbang, waktu tempuh bisa mencapai 3-4 jam.
Dari paparan Kementrian kmaren, panjang jalan Tol Malang-Kepanjen direncanakan 29,72 km dan diestimasikam memakan biaya hingga 10 Trilyun termasuk didalamnya pengadaan lahan. Harapannya bila Tol Malang-Kepanjen ini terealisasi, akan memperlancar lalu lintas serta meningkatkan pelayanan distribusi barang yang berdampak pada naiknya pertumbuhan ekonomi di wilayah Kabupaten Malang.(Utsman)
















