KONTRAS INDEPENDENT MEDIA SARANA RESTORASI DAN INFORMASI PUBLIK
www.kontrasindipendent.com
(27.09.2026)
MALANG_Warga di lingkungan RT 28 dan RT 29 menunjukkan inisiatif mandiri yang patut diapresiasi, Menyadari kebutuhan air yang mendesak warga bergotong royong membangun wadah penampungan air secara swadaya agar siap menerima bantuan. Hingga kini, tandon tersebut telah selesai dibangun, namun belum menerima pasokan air.
Ketua RT 29, Sugiono (48), menyampaikan harapan warga sekaligus kekecewaannya atas ketidaksinkronan antara kesiapan fasilitas yang dibangun warga dengan penyaluran bantuan yang diharapkan datang. “Kami sudah kompak membuat tandon sendiri, supaya kalau bantuan datang tinggal ditampung dan dibagi rata. Tapi sampai saat ini, air yang kami tunggu belum kunjung tiba,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Sabtu (26/9).
Kekeringan yang berlangsung terus berdampak pada pemenuhan kebutuhan dasar warga sehari-hari. Abdul (35), warga Desa Sumberpetung, menyampaikan ketersediaan air yang semakin menipis untuk kebutuhan mandi, cuci, dan kakus. “Kami mohon pihak terkait maupun relawan dapat melihat langsung kondisi di RT 28 dan RT 29. Tandonnya sudah siap, tinggal airnya yang belum ada,” katanya.
Pihak warga berharap keberadaan fasilitas yang sudah siap dapat segera diisi pasokan air, sehingga hasil kerja bersama tersebut dapat bermanfaat sepenuhnya bagi warga yang membutuhkan.
Sementara itu, Pusdalops BPBD Kabupaten Malang mencatat penyaluran bantuan air telah berjalan di sejumlah titik prioritas. Di Kecamatan Kalipare, sebagian wilayah Kalirejo, Sukowilangun, dan Kalipare telah terpasang tandon dari BPBD, meski belum merata menjangkau setiap lingkungan.
Di Kecamatan Sumberpucung, distribusi air dilakukan secara berkala di Desa Karangkates dan Desa Sumberpetung. Berdasarkan data yang ada, prioritas penyaluran difokuskan pada wilayah yang paling terdampak, sementara jangkauan ke pelosok lingkungan masih terus diupayakan.
Kesenjangan antara kesiapan warga di tingkat paling bawah dan jangkauan pasokan menjadi catatan bersama. Inisiatif swadaya warga menunjukkan kesiapan menerima bantuan, sehingga diharapkan penyaluran dapat disesuaikan agar tidak terjadi keterlambatan di titik-titik yang sudah siap.
Kontras Independen menyajikan informasi ini secara berimbang. Kami mengundang pihak BPBD Kabupaten Malang maupun instansi terkait untuk memberikan penjelasan mengenai jadwal penyaluran air ke RT 28 dan RT 29 agar warga memperoleh kejelasan. Perkembangan selanjutnya akan kami sampaikan setelah menerima tanggapan pihak berwenang.
realise: Adi ismono
publisher:Vivian/Ririn








