KONTRAS INDEPENDENT MEDIA SARANA RESTORASI DAN INFORMASI PUBLIK
www kontrasindependent.com
MALANG — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Malang kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kesadaran digital masyarakat. Kali ini, DPRD Kabupaten Malang menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Kecamatan Bantur dengan mengusung tema “Membangun Ketahanan Informasi Masyarakat Melalui Penguatan Literasi Digital”.
Acara strategis ini dihadiri oleh sejumlah anggota DPRD Kabupaten Malang, di antaranya H. Hadi Mustofa, S.Kom, Sodikul Amin, Feri Andi Suseko, dan Abdulloh Aziz. Turut hadir pula perwakilan dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Malang untuk memberikan pemahaman teknis seputar tata kelola informasi publik.
Kolaborasi Lintas Elemen Perkuat Benteng Informasi
FGD ini dirancang secara inklusif dengan menghadirkan berbagai elemen strategis tingkat lokal.
Salah satu anggota DPRD kab. Malang feri andi suseko juga mengatakan “kominfo bersama DPR telah membentuk Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) yang dibentuk oleh Diskominfo Kabupaten Malang bersama DPRD yang dapat berperan vital sebagai mitra strategis pemerintah. KIM tidak hanya berfungsi sebagai jembatan komunikasi dan penyerap aspirasi warga desa, tetapi juga sebagai motor penggerak literasi digital serta pembangunan partisipatif di tingkat lokal, terutama di wilayah kecamatan bantur, disetiap desa di kecamatan Bantur KIM ini telah terbentuk dan sudah berjalan, nantinya juga akan di dorong oleh PERDES terkait KIM ini sendiri.” Ujar Feri Andi Suseko anggota DPRD Kab. Malang komisi IV

Ketrrnagan gambar : Dokumentasi tim KoiN
Tercatat, para kepala desa se-Kecamatan Bantur, perwakilan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), insan pers atau wartawan media lokal, serta para konten kreator wilayah Kecamatan Bantur turut berpartisipasi aktif dalam diskusi tersebut.
Pelibatan multi-pihak ini dinilai krusial agar pembangunan ekosistem digital yang sehat tidak hanya menjadi wacana pemerintah, melainkan gerakan bersama dari akar rumput.
Fokus Bahasan: Penangkalan Hoaks dan Mitigasi Dampak Era Digital
Dalam jalannya acara, anggota DPRD Kabupaten Malang yang bertindak sebagai moderator memimpin jalannya diskusi interaktif dengan titik berat pada dua isu utama: strategi penangkalan berita bohong (hoaks) dan mitigasi dampak negatif era digital di tengah-tengah masyarakat.
Diskusi menyoroti bagaimana arus informasi yang begitu cepat di media sosial sering kali disalahgunakan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk menyebarkan disinformasi.
Kehadiran para kepala desa, BPD, insan pers, dan konten kreator diharapkan mampu menjadi garda terdepan (agent of change) dalam menyaring informasi sebelum disebarluaskan kepada warga.
Melalui kegiatan ini, DPRD Kabupaten Malang berharap masyarakat Kecamatan Bantur tidak hanya menjadi pengguna internet yang pasif, tetapi juga cerdas, kritis, dan bijak dalam merespons setiap informasi yang beredar di ruang digital.
Publisher : Vivian Syahputri Ramadhani
Release:reza








