KONTRAS INDEPENDENT MEDIA RESTORASI DAN INFORMASI PUBLIS
PASAMAN — Pembangunan tanggul Sungai Batang Patimah di Nagari Ladang Panjang Barat, Kecamatan Tigo Nagari, Kabupaten Pasaman, berubah menjadi sorotan panas. Proyek yang digelontorkan menggunakan uang rakyat dan dikerjakan oleh CV. BETTA BINA CIPTA CORPORATION ini diduga kuat sarat praktik culas demi mengejar keuntungan fantastis, tanpa mengindahkan mutu dan keselamatan warga.
Praktik pengangkangan spesifikasi teknis (spek) terlihat jelas di lokasi pekerjaan. Bukannya mendatangkan material sesuai standar kontrak, pihak kontraktor diduga kuat nekat mencuri batu langsung dari dasar dan badan Sungai Batang Patimah di sekitar lokasi proyek. Selain merusak ekosistem sungai, penggunaan batu sungai tanpa uji kelayakan tersebut mengancam ketahanan struktur tanggul.
Tak berhenti pada material batu, kecurangan diduga berlanjut pada penggunaan semen. Di lapangan, ditemukan penggunaan semen karungan yang ditenggarai jauh di bawah spesifikasi teknis bangunan pengaman arus sungai.
Campuran semen dan material seadanya ini memicu kekhawatiran besar bahwa tanggul akan cepat ambrol saat debit air sungai meluap. Proyek bernilai miliaran rupiah ini dikhawatirkan hanya menjadi bangunan “asal jadi” yang rapuh.
Dugaan penyelewengan ini kian terang benderang setelah munculnya pengakuan dari pihak pelaksana di lapangan. Mereka secara tersirat membenarkan adanya praktik “main mata” atau kompromi gelap dengan oknum-oknum pengawas maupun pihak tertentu.
“Main mata” ini diduga menjadi ‘pelicin’ agar pelanggaran spesifikasi—mulai dari pengambilan batu sungai secara ilegal hingga penggunaan semen tak standar—bisa melenggang mulus tanpa teguran.
Kondisi ini memicu kemarahan warga Nagari Ladang Panjang Barat. Warga menilai pembiaran ini adalah bentuk pengkhianatan terhadap kepercayaan publik dan potensi kerugian keuangan negara yang nyata.
Masyarakat secara tegas mendesak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) serta Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera turun ke lokasi dan tidak pura-pura buta.
“Jangan diam saja! BPK dan jaksa harus segera audit dan periksa proyek ini secara menyeluruh. Batu diambil dari sungai tempat proyek, semen tidak sesuai spek, tapi pengawasan melempem karena ada main mata. Jangan tunggu tanggul ini jebol dan memakan korban baru kasak-kusuk!” cetus seorang tokoh masyarakat setempat dengan nada geram.
Warga menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga pihak kontraktor dan oknum-oknum yang bermain di balik proyek Sungai Batang Patimah ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku.
Publisher: Jordi
Realis: Jordi








