Bupati Pasaman Barat Yulianto Temui Wamen ATR/BPN Bahas Komplikasi Pertanahan

Spread the lovekontras independentJakarta, – Bupati Pasaman Barat, Yulianto, bertemu Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Ossy Dermawan, di Jakarta, Kamis (24/7),..

1 menit

Read Time

Spread the love


kontras independentJakarta, – Bupati Pasaman Barat, Yulianto, bertemu Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Ossy Dermawan, di Jakarta, Kamis (24/7), untuk membahas sejumlah persoalan pertanahan dan melakukan diskusi strategis bersama tim Kementerian ATR/BPN.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor Kementerian ATR/BPN, Yulianto didampingi Penjabat Sekretaris Daerah Doddy San Ismail serta sejumlah pemangku kepentingan dari Pasaman Barat. Diskusi fokus pada konflik lahan, permasalahan tanah ulayat, serta penyesuaian Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang dinilai krusial untuk mendukung percepatan pembangunan.

Dalam diskusi tersebut, Bupati Yulianto menyampaikan urgensi penanganan persoalan pertanahan secara menyeluruh dan terstruktur. Ia menekankan pentingnya dukungan dari pemerintah pusat dalam hal penyelarasan kebijakan tata ruang dengan kebutuhan daerah, serta penyelesaian konflik agraria.

Salah satu isu utama yang disoroti adalah penggunaan kawasan hutan lindung oleh masyarakat untuk kegiatan perkebunan, serta ketidakjelasan status tanah ulayat ninik mamak yang kerap menjadi sumber sengketa.
“Kami berharap kunjungan ini menghasilkan langkah konkret dan solusi hukum yang jelas bagi permasalahan pertanahan di Pasaman Barat. Ini penting untuk mendukung kesejahteraan masyarakat dan memberikan kepastian hukum,” ujar Yulianto usai pertemuan(Indones/Alwadi)

publisher: viviansyah

About the Author

Easy WordPress Websites Builder: Versatile Demos for Blogs, News, eCommerce and More – One-Click Import, No Coding! 1000+ Ready-made Templates for Stunning Newspaper, Magazine, Blog, and Publishing Websites.

BlockSpare — News, Magazine and Blog Addons for (Gutenberg) Block Editor

Search the Archives

Access over the years of investigative journalism and breaking reports

You cannot copy content of this page