Bencana di Depan Mata! CV Bintang Patimah Mandiri Keruk Batu Gajah di Ladang Panjang, Ancam Hancurkan Sungai dan Putus Jalan Lintas

Spread the love

KONTRAA INDEPENDENT MEDIA RESTORASI DAN INFORMASI PUBLIS

www.kontrasindependent.com Pasaman — Aktivitas penambangan yang dijalankan CV Bintang Patimah Mandiri di Nagari Ladang Panjang, Kecamatan Tigo Nagari, Kabupaten Pasaman, telah berubah menjadi ancaman ekologis yang mengerikan. Mengantongi izin resmi untuk komoditas kerikil berpasir alami (sirtu), perusahaan ini justru diduga kuat secara brutal mengeruk batu gajah—menjadikan izin legal sebagai kedok untuk merusak alam demi keuntungan segelintir pihak.

Tindakan serampangan ini bukan sekadar pelanggaran hukum di atas kertas, melainkan aksi destruktif yang sedang menghancurkan fondasi alam dan mengancam lumpuhnya urat nadi transportasi publik.

Batu gajah di sepanjang aliran Sungai Batang Timah bukanlah material biasa yang bebas dijarah. Bebatuan raksasa tersebut adalah perisai alami dan fondasi mutlak yang menahan arus deras, menjaga stabilitas tebing, serta melindungi permukiman dari terjangan banjir bandang.

Dengan mengeruk habis batu gajah, CV Bintang Patimah Mandiri secara tidak langsung mempercepat datangnya bencana. Arus sungai yang kehilangan penahan alaminya akan mengamuk, menggerus tanah secara masif, dan mengubah aliran air menjadi ancaman maut bagi warga sekitar.

Dampak dari kerakusan eksploitasi ini kini sudah di ambang batas toleransi. Posisi galian yang diduga kian mendekati badan jalan memicu kemarahan mendalam dari masyarakat setempat.

“Jika pengerukan batu gajah ini terus dilanjutkan, bukan cuma sungai yang berdampak, tapi lambat laun akan menghabiskan Jalan Lintas Padang Sawah – Kumpul!” seru warga dengan nada geram.

Ancaman ini nyata. Jika abrasi akibat hilangnya batu gajah terus dibiarkan menggerus tebing jalan, Jalan Lintas Padang Sawah – Kumpul dipastikan ambruk dan putus total. Akibatnya, roda perekonomian lumpuh, mobilitas warga mati, dan wilayah tersebut terisolasi.

Penyimpangan izin komoditas sirtu menjadi ajang pengerukan batu gajah ini menjadi tamparan keras bagi instansi pengawas dan aparat penegak hukum. Selama ini, pelanggaran tambang ilegal berkedok izin resmi kerap tumbuh subur akibat lemahnya pengawasan dan dugaan pembiaran.

Masyarakat Nagari Ladang Panjang kini menuntut tindakan nyata dan penutupan paksa terhadap aktivitas CV Bintang Patimah Mandiri. Aparat penegak hukum, Dinas ESDM, dan Dinas Lingkungan Hidup ditantang untuk segera turun tangan sebelum Sungai Batang Timah mengamuk dan Jalan Lintas Padang Sawah – Kumpul benar-benar ambrol menelan korban.(JD)

Realis : Team Kontras Independent Sumatra Barat

Publisher : Team Kontras Independent Sumatra Barat

Author: yakup Sumbar