Aqiqah Putra Kades Kalipare Gelar Sammanan Semalam Suntuk

Spread the love

Budaya Toriqoh Samaniyah Perlu Di Lestarikan Kembali

Kontras Independent Media Sarana Restorasi dan Informasi Publik 

Ket foto : Jama’ah Torikoh Samaniyah Warga Pohjeher Kalipare.

www.kontrasindependent.com Malang- Dalam rangka Aqigah Putra ke 3 dari Bapak Kepala Desa Kalipare Saiful Anwar, menggelar Do’a/solawatan dan Sammanan di kediamannya Dusun Pitrang Pohjeher Kalipare Sabtu 3 Agustus 2024.

Orang tua Muslim perlu membaca doa potong rambut bayi ketika melaksanakan aqiqah. Tujuannya untuk meminta izin sekaligus wujud rasa syukur kepada Allah SWT atas anak yang dilahirkan ke dunia.

Memotong atau mencukur rambut bayi merupakan amalan sunah yang mengiringi aqiqah. Maka itu, dalam praktiknya dilengkapi dengan bacaan doa.

Dalam momen tersebut acara pembacaan Do’a dan solawatan dengan memotong rambut putra Kepala Desa yang dikasih nama (Akhtar Naufal Al-Anwar).

Acara berlangsung ba’da isya’ setelah itu di lanjutkan dengan acara Torikoh Sammaniyah yang biasa di kenal Sammanan semalam suntuk.

Sementara budaya ini sudah agak punah jarang sekali masyarakat mengetahui acara Sammanan karena para ahli sesepuhnya sudah banyak yang telah meninggal dunia, jadi penerusnya sudah sangat langka.

Kepala Desa Kalipare Saiful Anwar mengutarakan terkait Budaya Toriqoh Samaniyah (Sammanan) Perlu Di Lestarikan Kembali, karena sudah hampir punah, Karena penerus dari pemuda jarang sekali yang berminat, Oleh karena itu Kades Kalipare berharap budaya ini perlu di lestarikan kembali.

Kades dalam hal ini guna untuk melestarikan kembali ia memberikan bantuan seragam sarung kepada kelompok jama’ah Sammanan asal Dusun Pitrang Pohjeher, tak hanya itu kades juga memberikan dorongan dan dukungan berupa SK melalui Desa nantinya ke Kecamatan bahkan ke Pemkab Malang.

Salah satu anggota Sammanan Ahmad Yanto juga menyampaikan kegiatan ini kitab khusus sammanan sebenarnya ada “Saya pernah sowan ke salah satu tokoh yang mengetahui tentang sejarah Sammanan belia membenarkan bahwa dulu ada kitabnya cuman kepunyaannya hilang,”tuturnya.(Utsman)

Publisher : Utsman Pimpinan Liputan Nasional Kontras Tv dan Online.