Aliran Sungai Batang Batahan Tercemar, Diduga Akibat Tambang Emas Ilegal di Silaping.

Spread the love

KontraS Independent Media Sarana Restorasi & Sarana Informasi Publik.

www.kontrasindepent.com – 17 April 2023 – Sumatera Barat Kejernihan air sungai Batang Batahan sangat dirasakan warga untuk kebutuhan sehari-hari, namun sekarang sudah tercemari dengan adanya aktifitas tambang emas liar dan ilegal, sehingga air yang dahulunya jernih telah menjadi bewarna kuning alias keruh.

Padahal dulunya sungai Batang Batahan yang mengalir di kabupaten Pasaman Barat itu sangatlah berguna oleh masyarakat luas sekitar untuk kebutuhan mandi, mencuci, berwudlu, dan sebagainya.

Disamping itu juga,sungai tersebut dimanfaatkan masyarakat untuk memancing ikan dan irigasi pengairan di persawahan sekitar, namun setelah sungai tersebut sudah tercemar, sehingga masyarakat tidak dapat lagi memanfaatkan sebagaimana mestinya.

Seperti diterangkan Ika Hariadi salah seorang pemuda sekaligus tokoh masyarakat setempat saat diwawancarai oleh Ketua Regional Kontras TV Independent.Bpk.Rispondi,S.I.Kom. Minggu(16/04/2023),

“Untuk kebutuhan mandi dan mencuci sudah tidak layak lagi bagi masyarakat, karena airnya sudah mengandung lumpur dan tidak sehat lagi, ucap Ika.

Dilanjut Ika,”Ikan untuk dipancing sudah sulit didapati, dan irigasi pengairan untuk persawahan pun membuat tanaman padi tidak subur lagi,” katanya.

Bersamaan juga dengan Haji Endut sapaan akrab sehari-harinya yang termasuk seorang tokoh masyarakat menyampaikan ketika diwawancarai awak media Kontras TV tentang keresahan warga mengenai kekeruhan air sungai tersebut,

“Hal demikian terjadi dikerenakan maraknya tambang emas liar untuk mengeruk mineral yang terkandung di dalam sungai Batang Batahan dengan memakai alat berat yakni excavator dan lain sebagainya selama ini,” katanya.

“Terbukti, sudah 61 hari ini saya perhatikan air sungai Batang Batahan ini, tidak pernah satu jam pun tawar atau jernih,” jelasnya.

Dilanjut haji Endut,”Kami dari masyarakat sudah berupaya keras mencari jalan penyelesaian permasalahan tambang ilegal itu ke berbagai pihak pemerintah, yakni kepada Bupati dan DPRD Pasaman Barat,” terangnya.

“Namun apa yang telah kami upayakan itu,tidak ada hasilnya sama sekali dan terkesanereka itu tutup mata, atau ada kepentingan pribadi terhadap usaha ilegal mining tersebut,” ucapnya dengan rasa kekecewaan.

Ditambah lagi,”padahal kami sangat berharap penuh agar usaha tambang ilegal itu ditutup oleh pemerintah yang hanya untuk menguntungkan kepentingan sepihak saja dan meresahkan masyarakat lainnya” pungkas haji Endut. ( Bram )