Kontras Independent Media Sarana Restorasi dan Informasi Publik
www.kontrasindependent.com 14/06/2022Keinginan petani sawit Dartok untuk mempunyai pabrik sawit sendiri dapat terwujud dengan hadirnya teknologi Pabrik Kelapa Sawit skala kecil (PKS Mini).Masalah dana menjadi kendala utama bagi Dartok untuk membangun pabrik sawit.Rata-rata biaya pembangunan pabrik sekitar Rp2 miliar per ton, ini berarti pabrik berkapasitas 15 ton TBS per jam butuh dana Rp30 miliar.Tetapi, hadirnya teknologi Dartok Ciptaan dia tersebut,Untuk membangun pabrik sawit skala kecil jadi impian yang sudah lama.Salah satunya teknologi milik Dartok,didesa Sumber Sari Kecamatan Air Dikit, Mungko-mungko Bengkulu.

Dartok menerapkan sistem PKS mini yang sangat cocok untuk petani dan harga pembuatan dan pembangunannya lebih terjangkau mulai mulai 600 sampai 1M. Kapasitas yang dibuat yaitu 0,5 ton brondolan sawit per jam diolah menjadi CPO.Sabaruddin Marpaung, Kepala Desa Sumber Sari Kecamatan Air Dikit Kabupaten Mungko- mungko, berpendapat adanya konsep pabrik mini perdana di desa Sumber Sari tersebut dapat membuat peran petani dalam industri lebih besar.
“Pabrik kecil ini sangat membantu kami menjadi subjek dalam industri. Sebelumnya kami hanya menjadi objek dan tentunya tidak terikat konglomerasi” ujar Sabaruddin Marpaung yang sudah berinvestasi dan bekerja sama menggunakan pabrik mini pengolahan Brondolan kelapa sawit.”berbagai permasalahan industri sawit di level akar rumput diyakini bisa selesai bila petani diberikan peluang untuk mengolah Tandan Buah Segar (TBS) nya sendiri menjadi minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO). Persoalan transportasi hingga penyimpanan yang membuat TBS rawan busuk serta persoalan-persoalan lain tidak perlu lagi terjadi,” terang Sabaruddin Marpaung. Ia mengaku kendala yang dihadapi sebagian besar petani untuk mendapatkan pabrik mini ini adalah isu pendanaan. Sebab, menurutnya belum ada peraturan yang mengatur bantuan pendanaan bagi petani dalam investasi seperti ini.

Edi Babinsa Sumber Sari mengatakan, saat ini untuk pilot project, satu PKS mini telah dibangun di Desa Sumber Sari Kecamatan Air Dikit Kabupaten Mungko-mungko. Adapun, biaya yang dibutuhkan ialah sekitar Rp.600 juta. Dan beliau berharap dalam waktu yang tidak lama konsep tersebut dapat diterapkan di desa-desa lainnya di Kabupaten Mungko-mungko. “Jadi hasil kebun di daerah itu bisa dimanfaatkan langsung di daerah itu juga. Tidak perlu ada proses distribusi panjang sehingga harga di konsumen bisa ditekan,” tegasnya.
Ia pun tidak menutup kemungkinan di masa mendatang, PKS mini bisa memiliki mesin-mesin pengolah lainnya seperti untuk minyak goreng hingga biodiesel.”Petani harus membangun kebersamaan untuk kekuatan dalam artian penguatan ekonomi menghadapi persaingan kelapa sawit,” pungkasnya.(Rispondi)
Publisher : Riyan Fandi











