Penjaringan Perangkat Desa Pamotan: Kades Warning “No Titipan”, Panitia Janji TransparanWakil BPD Kuwadi: Yang Muda Harus Amanah. Ketua Panitia Panenadi: Utamakan Pelayanan Digital

Spread the love

KONTRAS INDEPENDEN, DAMPIT – Proses penjaringan perangkat Desa Pamotan, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang berlangsung ketat dengan pengawasan berlapis, Senin (25/5/2026). Dua posisi kosong Kaur Umum dan Kaur Perencanaan diperebutkan 10 calon setelah 1 dari 11 pendaftar gugur karena tidak hadir.

Kegiatan di Balai Desa Pamotan, Jl. A. Yani Dampit, itu dihadiri Muspika Kecamatan Dampit, Kepala Desa dan Perangkat, Panitia dan Penguji, Pendamping Desa, Ketua BPD beserta anggota, tamu undangan, serta para calon.

Kades: Jangan Ada Jual Beli Jabatan
Kepala Desa Pamotan, Suko Hariyono, langsung pasang badan. “Proses penjaringan harus benar-benar bersih dari suap-menyuap dan kecurangan. Jangan sampai ada titipan atau jual beli jabatan. Semua harus murni hasil kemampuan peserta,” tegas Suko di hadapan panitia dan peserta.

Sikap tegas juga ditunjukkan Pendamping Tes dari Kecamatan Dampit, Eko Darmawan. “Bila ada indikasi kecurangan, kita akan tegur langsung di tempat. Kalau perlu, kita ulang tesnya. Yang terpilih nanti harus kerja untuk kepentingan desa biar pelayanan maksimal dan amanah,” katanya.

Filosofi Kepemimpinan Disinggung
Wakil BPD Desa Pamotan, Kuwadi, mengingatkan calon terpilih soal amanah. “Mudah-mudahan yang terpilih bisa amanah meskipun masih muda. Ing Ngarso Sung Tulodo, di depan memberi teladan. Ing Madyo Mangun Karso, di tengah membangun kemauan. Tut Wuri Handayani, di belakang memberi dorongan. Pemimpin itu harus amanah,” tegas Kuwadi.

Panitia: Sudah Antisipasi Kecurangan
Ketua Panitia Panenadi membeberkan teknis tes. Untuk Kaur Umum, kriteria penilaian berupa wawancara dan penguasaan komputer. Untuk Kaur Perencanaan, ada tes teologi dan tes umum. Soal berbentuk pilihan ganda plus interview.

“Panitia sudah siapkan langkah awal agar tidak ada hal yang merugikan calon. Panitia juga tidak boleh intimidasi peserta,” jelas Panenadi.

Satu peserta dinyatakan gugur karena bekerja di Sukabumi dan tidak bisa hadir saat pra penjaringan.

Tuntut Pelayanan Digital
Panenadi menekankan tantangan ke depan. “Harapan bagi perangkat desa yang terpilih ialah peningkatan pelayanan digital untuk memaksimalkan pelayanan terhadap jumlah penduduk yang besar dan wilayah yang sangat luas di Desa Pamotan. Pelayanan digital dan pendekatan berkarakter mampu membuat pelayanan masyarakat tertata rapi, terstruktur serta praktis,” ujarnya.

“Dengan peningkatan pelayanan tersebut dapat membuat masyarakat di Desa Pamotan puas dan terciptanya kredibilitas terhadap perangkat desa,” tambah Panenadi.

Gandeng Penguji Eksternal
Untuk tes AITE, panitia menggandeng Iswanto, S.Kom dari SMK Widya Dharma Kecamatan Turen. Materi meliputi MS Word untuk surat dan amplop, serta MS Excel untuk olah data dasar. “Kami hanya serahkan nilai murni ke panitia untuk digabung dengan hasil tes lain,” kata Iswanto.

Dua calon dengan nilai tertinggi di masing-masing formasi akan diusulkan kepada Camat Dampit untuk mendapat rekomendasi sebelum dilantik. Hasil tes diumumkan secara terbuka.

Tampak hadir Muspika Kecamatan Dampit, Kades dan Perangkat, Panitia dan Penguji, Pendamping Desa, Ketua BPD beserta anggota, tamu undangan.Daniel (D)