TAPANULI SELATAN – Pelantikan Efrida Yanti Pakpahan sebagai Kepala Dinas Pendidikan Daerah Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) defenitif menjadi seolah menjadi angin segar bagi kemajuan daerah. Pasalnya, sosok Srikandi Tapsel ini dinilai berhasil menunjukkan kinerja strategis pada tugas-tugas sebelumnya.
Sebelumnya, Efrida sempat memimpin sektor ketahanan pangan. Sektor ini, dianggap penting di masa pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto. Meski sempat dilanda bencana, Tapsel dinilai masih mampu mengatasi persoalan pangan di bawah kepemimpinan Efrida.

Kini, Efrida dipercaya membawa semangat baru ke dunia pendidikan. Di bawah kepemimpinannya, harapan besar disematkan agar terjadi transformasi nyata dalam sektor pendidikan di Tapsel, baik dari sisi kualitas, pemerataan, hingga inovasi berbasis teknologi.
Selain Efrida, Bupati Gus Irawan Pasaribu, juga melantik pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemkab Tapsel yaitu, Hamdy Saleh Pulungan, sebagai Inspektur Daerah Kabupaten Tapanuli Selatan yang sebelumnya menjabat Kepala Badan Kesbangpol.
Prosesi pengambilan sumpah jabatan terhadap dua pejabat Pimpinan Tinggi Pratama tersebut, berlangsung di Lobi Sekretariat Kantor Bupati Tapsel, Selasa (28/04/2026). Pelantikan ini, tersebut merupakan tindak lanjut dari rekomendasi hasil uji kompetensi pejabat Pimpinan Tinggi Pratama.
Dalam sambutan dan arahannya, Bupati menyampaikan ucapan selamat kepada pejabat yang baru dilantik. Menurutnya, pejabat yang dilantik merupakan rekomendasi uji kompetensi yang menjadi bagian dari upaya memperkuat kinerja pemerintahan daerah.
Bupati menegaskan bahwa, pelantikan ini merupakan langkah strategis dalam mewujudkan visi besar Tapsel sebagai daerah maju dan berkarakter, dengan masyarakat yang unggul, sehat, cerdas, dan sejahtera menuju Indonesia Emas 2045.
“Berbagai upaya terus kita lakukan untuk mewujudkan sumber daya manusia yang unggul. Pendidikan menjadi kunci utama dalam menciptakan generasi masa depan Tapanuli Selatan,” ujar Bupati.

Kepada Kepala Dinas Pendidikan yang baru dilantik, Bupati menekankan sejumlah prioritas penting di antaranya, pemerataan kualitas pendidikan hingga ke wilayah pelosok tanpa membedakan latar belakang masyarakat.
Kemudian, percepatan digitalisasi pendidikan melalui pemanfaatan teknologi, serta peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan berkelanjutan, baik secara tatap muka maupun daring (dalam jaringan).
Selain itu, Bupati juga menegaskan pentingnya optimalisasi program pendidikan strategis, termasuk pemanfaatan Sekolah Rakyat sebagai upaya memutus mata rantai kemiskinan serta pengembangan sekolah terintegrasi yang saat ini tengah dalam proses pengajuan.
Bupati juga mengingatkan bahwa, sektor pendidikan menjadi prioritas utama pembangunan daerah, yang tercermin dari alokasi anggarannya di Kabupaten Tapsel yang telah melampaui ketentuan mandatory spending nasional sebesar 20 persen dari APBD.
Sementara itu, kepada Inspektur Daerah, Bupati menekankan peran strategis aparat pengawasan internal pemerintah (APIP) sebagai garda terdepan dalam pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan daerah.
Menurutnya, Inspektorat memiliki peran penting dalam pengawasan internal, audit, review dan evaluasi program, pencegahan penyimpangan, penguatan sistem pengendalian internal pemerintah (SPIP), pengawasan pengadaan barang dan jasa, hingga review dokumen perencanaan pembangunan.
“Inspektorat harus menjadi mitra strategis seluruh OPD untuk mengawal pelaksanaan program dan anggaran agar berjalan efektif, akuntabel, serta terhindar dari kesalahan administratif maupun penyimpangan,” tegasnya.
Turut hadir dalam acara itu, Sekda Tapsel Sofyan Adil Siregar, para Asisten dan Staf Ahli Bupati, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta Kepala Bagian di lingkungan Sekretariat Daerah.(BR)
Publisher : Ubaidillah (U)
Pemimpin Redaksi : Fatkur Rohman,S,H.








