KONTRAS INDEPENDENT MEDIA SARANA RESTORASI PUBLIK
www.kontrasindependent.com
AGAM, SUMATERA BARAT KONTRAS TV INDEPENDENT – Masyarakat Sawah Laweh, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, yang menjadi korban bencana banjir bandang (galodo), secara tegas menyampaikan empat tuntutan utama kepada pemerintah daerah dan pusat.
Alih-alih dipindahkan, warga menyatakan keinginan kuat untuk tetap bertahan dan meminta pemulihan total atas infrastruktur serta mata pencaharian mereka.
Perwakilan masyarakat Nopendri(Kadir) 52 Tahun Korban banjir bandang kayu pasak Salareh aia, menyampaikan bahwa kondisi Sawah Laweh yang diapit oleh dua sungai besar, yakni Batang Nanggang dan Batang Layah, memerlukan penanganan infrastruktur yang mendalam guna mencegah bencana serupa di masa depan.
Berikut adalah empat poin pernyataan sikap dan permohonan masyarakat terdampak:
Rekonstruksi Hunian: Warga meminta pemerintah segera memperbaiki rumah-rumah yang rusak dan membangun kembali hunian yang hancur agar masyarakat dapat segera kembali memiliki tempat tinggal yang layak.
Pemulihan Lahan Pertanian: Mengingat mayoritas warga bergantung pada sektor agraris, masyarakat mendesak pembersihan material longsor, kayu, dan lumpur yang menimbun sawah serta kebun.
Warga berharap lahan produktif tersebut dikembalikan fungsinya seperti sediakala.
Jaminan Pendidikan: Masyarakat memohon kebijakan khusus berupa pembebasan biaya sekolah (gratis) bagi anak-anak korban bencana untuk menjamin keberlangsungan pendidikan mereka di tengah kesulitan ekonomi pasca-bencana.
Normalisasi Sungai dan Penolakan Relokasi: Warga secara tegas menyatakan tidak ingin direlokasi. Sebagai solusinya, warga menuntut normalisasi dan pembangunan dinding penahan (dam/tanggul) di sepanjang aliran Sungai Batang Nanggang dan Batang Layah untuk memitigasi risiko banjir susulan.
“Sawah Laweh adalah tanah kelahiran kami. Kami hanya butuh sungai ini di-dam di kedua sisinya agar kami merasa aman, bukan dipindahkan. Kami juga butuh sawah kami kembali agar bisa menyambung hidup,” ujar
Nopendri(Kadir) salah satu perwakilan warga setempat.
Masyarakat berharap aspirasi ini mendapatkan perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Agam dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam rencana aksi tanggap darurat dan rehabilitasi-rekonstruksi pasca-bencana.
Dari 4 point yang di sampaikan oleh perwakilan masyarakat tersebut telah di catat oleh mayor Tedy sekretaris kabinet dan sekaligus ajudan Prabowo.” Ungkap Nopendri( kadir).(Rispondi,S.I.Kom.)
Publisher Papi









