KONTRAS INDEPENDENT MEDIA SARANA RESTORASI DAN INFORMASI PUBLIK.
www.kontrasindependent.com.
MALANG// Kontrasindependen.com- Sebuah video yang menarasikan dugaan penebangan pohon di kawasan hutan lindung di Desa Argoyuwono, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, viral di media sosial Tiktok dan memicu beragam spekulasi di tengah masyarakat.
Menindaklanjuti video tersebut, aparat penegak hukum (APH) bersama pihak terkait langsung turun ke lapangan. Anggota Koramil 0818/17 Ampelgading, Polsek Ampelgading, serta mantri dan mandor Perhutani melakukan pengecekan lokasi hutan lindung di wilayah Desa Argoyuwono, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, Jawa timur. Sabtu (24/1/2026) siang.

Langkah ini diambil untuk memastikan kondisi faktual di lapangan sekaligus meluruskan informasi yang berkembang di media sosial, agar tidak menimbulkan kesalahpahaman publik.
Hasil pengecekan menunjukkan tidak adanya aktivitas penebangan kayu seperti yang ditampilkan dalam video viral tersebut. KRPH (Mantri) Perhutani wilayah setempat, Budi Widi Nugroho, menjelaskan bahwa video yang beredar merupakan rekaman lama.
“Itu video lama, kejadiannya sekitar dua bulan lalu. Saat itu memang ada beberapa orang menebang kayu dengan alasan akan dibuat jalan, namun sebagian warga tidak setuju. Dan permasalahan sudah selesai di kantor desa,” jelas Budi pada awak media didampingi Mandor Perhutani wilayah hutan lindung Desa Argoyuwono, Bambang.
Ia menambahkan, sebagai bentuk penyelesaian dan kepedulian terhadap lingkungan, telah dilakukan reboisasi dengan penanaman sekitar 300 bibit pohon nangka dan mahoni.
Hal senada disampaikan Kepala Desa Argoyuwono, Purnomo. Ia menegaskan bahwa persoalan penebangan pohon tersebut telah diselesaikan secara musyawarah bersama warga dan pihak terkait.
“Alhamdulillah, masalah video viral di TikTok itu sudah selesai. Itu video lama, sekitar dua bulan lalu. Kami sudah duduk bersama di kantor desa dan sepakat sampai kiamat tidak boleh ada lagi penebangan kayu di wilayah hutan Desa Argoyuwono,” tegas Purnomo.
Sementara itu, Aiptu Udin Sanjaya, Bhabinkamtibmas Desa Argoyuwono, bersama Babinsa Dedit, juga memastikan bahwa kondisi di lapangan saat ini aman dan tidak terdapat aktivitas penebangan kayu.
“Tidak ada aktivitas apa pun di lokasi. Memang sebelumnya sempat terjadi persoalan seperti di video viral itu, namun sudah diselesaikan beberapa bulan lalu dan sudah ada kesepakatan bersama,” ujarnya.
Ia juga menyoroti tingginya kepedulian masyarakat terhadap kelestarian lingkungan.
“Saat koordinasi di kantor desa, diperkirakan yang hadir sekitar 80 orang, tapi yang datang justru lebih dari 300 warga. Ini menunjukkan kepedulian masyarakat Argoyuwono terhadap lingkungan sangat tinggi,” tambahnya.
Menurutnya, kehadiran aparat TNI-Polri ke lokasi bertujuan untuk memastikan informasi yang beredar tidak simpang siur serta menjaga situasi tetap aman dan kondusif.
“Kami ingin memastikan fakta di lapangan dan mencegah masyarakat mudah terhasut informasi yang belum tentu benar,” pungkasnya.
Menanggapi viralnya video tersebut, Kepala Desa Tirtomoyo, Sugeng, turut mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menyikapi informasi di media sosial.
“Memang cukup viral. Saya berharap masyarakat tidak mudah terprovokasi dan langsung percaya informasi yang belum jelas kebenarannya. Apalagi di era media sosial seperti sekarang, kalau tidak cermat bisa merugikan orang lain dan berpotensi berurusan dengan hukum,” tandasnya.
Ia berharap ke depan masyarakat semakin bijak dalam bermedia sosial seiring perkembangan zaman. (**)
Koresponden Media Kontras independen.com : Shelor (S)
Publisher : Dedi Ubaidillah
Pemimpin Redaksi : Fatkhur Rohman.S.H.










