Ungkapan Kades Kalipare Soal Efisiensi Anggaran Sangat Berdampak Program Desa

Spread the love

Kontras Independent Media Sarana Restorasi dan Informasi Publik 

Ket foto : Kades Kalipare Saiful Anwar.

www.kontrasimdependent.com Malang-Adanya Efisiensi atau Pemangkasan Anggaran Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) membuat Pemeritahan Desa ciut semangat perihal program pembangunan desa dan juga kegiatan lainnya.

Salah satu kepala Desa Kalipare Kabupaten Malang Saiful Anwar ditemui Kontras Independent di ruang kerjanya Rabu (21/1/26) menjelaskan terkait hal ini dana DD dan ADD yang biasanya pertahun Anggaran mencapai 1,7 Milyar menjadi 373juta jauh dari kata cukup untuk pemenuhan kebutuhan fisik maupun nonfisik dari jumlah penduduk 17.000 jiwa.

Diantaranya dampak yang signifikan terjadi pada insentif guru ngaji,PAUD dan TK selain itu terdampak pula biaya operasional hingga 35% yang dulunya untuk antar orang sakit, ke Puskesmas ataupun RS,antar orang kematian ke pemakaman hingga biaya orang kontrol, sekarang sudah tidak bisa tercover lagi.

Beredar rumor di masyarakat dan media sosial adanya oknum Kepala Desa yang dianggap korupsi Anggaran Dana Desa menyebabkan hilangnya rasa percaya yang semestinya oknumnya harus ditindak dan perketat pengawasan bukan perubahan sistem anggarannya yang dipangkas ujungnya program pemerintah pusat yang notabene untuk kesejahteraan masyarakat menjadi korbannya.

Masih berkaitan dengan efisiensi anggaran “Kalau menurut saya bila hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur pada Dinas Bina Marga dan Ciptakarya atau dinas yang lain apa cukup untuk Sekabupaten Malang yang terdiri dari 33 Kecamatan, 12 Kelurahan dan 378 Desa itu apa ya bisa tercover.??,”ujar kades Kalipare.

Lanjut kades bagi desa-desa yang sudah maju gak begitu terdampak, tapi kalau seperti Kalipare yang jumlahnya 101 RT, terbagi 7 Dusun dan 17ribu jiwa sulit untuk bergerak, contohnya dulu 135 Juta anggaran kesehatan, untuk posyandu, Lansia, balita,program ibu hamil dan menyusui, pengecekan tensi darah, gula darah, asam urat, kolestrol dan lain-lain yang dulunya gratis sekarang tidak bisa lagi.

“ADD dan DD dari 1,7 Milyar, sekarang tinggal 373juta loh silahkan auditen gak masalah bila ada suatu kesalahan benahi kesalahannya jangan dihapus anggaranya,’tegas kades dengan nada kesal menyikapi adanya efisiensi anggaran itu.(*)

Publisher : Utsman Pimpinan Liputan Nasional kontras tv dan online.