Program MBG dan Koprasi Merah Putih masih Jadi Pertanyaan Publik

Spread the love

Kontras Independent Media Sarana Restorasi dan Informasi Publik 

Ket foto : Salah satu Pembanguan Koprasi Merah Putih.

www.kontrasindependent.com Malang- Dinas Era kepemimpinan Baru Presiden RI Purn. Jendral H. Prabowo Subianto ada dua program yang masih ada sedikit Kontroversi, Seperti Program MBG yang sebagian sudah berjalan dengan Koprasi merah putih belum berjalan masih tahap pembangunan gedungnya.

Di media sosial banyak kontroversi terjadi, tentang menejemen koprasi kariawanya bagaimana cara menggajinya sedangkan upah untuk kariawan koprasi itu kak diambilkan dari hasil lama koprasi, nah pertanyaannya gmn langkah awal 3,4-5 bulan diambilkan dari mana hajihnya???

Sisi lain dana Anggaran Pembanguan Koprasi masih polemik dari beberapa wilayah khususnya di Pemeritah desa, dimana anggaran DD dipangkas evisiaensi anggaran berapa bulan ini untuk kebutuhan program lebih luas.

Kedua Program ini melalui TNI Kodim Setiap wilayah, sehubungan dengan dengan hal tersebut dari Kontras Independent melakukan Konfirmasi ke beberapa kades di wilayah Kabupaten Malang banyak yang bingung Pemeritah Desa namun tidak berani menolak dan protes.

Ada yang mengatakan gak ngerti gmn nntinya program itu kami dari Desa hanya diberi tahu soal KMP, ada juga yang bilang nanti di koprasi itu ada stan jual sembako (Klontongan) ada juga mempersiapkan kebutuhan masyarakat dibidang pertanian dan juga Apoteker obat-obatan.

Berbeda pandangan Didit Mulyo Santoso, S.Sos Kades Jatirejotoso di konfirmasi Senin (19/1/26) terkait program pemerintah soal MBG dan juga Program koprasi itu menurut saya bagus sekali, tinggal kita cara mencerna, mendengarkan sosialisasi, mengamati dan mengaplikasikan.

Satu hal terkait MBG (Makanan Bergizi Gratis) “Saya sendiri sebagai pelaku memiliki dapur umum di Desa kami bahwa program itu sangat berdampak sekali pada kesehatan anak-anak kita contohnya setelah adanya MBG penyakit Stanting mengurang banyak karna anak-anak sudah diberikan makan bergizi gratis, selain itu sangat membantu sekali keringanan perekonomian masyarakat yang tadinya harus bikin bekal sekolah sekarang sudah dijatah makanan gratis,”ungkap kades.

Sehubungan dengan informasi yang terjadi di beberapa tempat tenang ratusan anak sekolah dan pondok pesantren yang keracunan itu jelas ada oknum yang punya kepentingan artinya cari untung lebih banyak jadi beli bahan makanan yang murah tidak berkualitas akhirnya makanan jadi beracun. Atau bisa juga kepentingan saingan ekonomi yang tidak sehat, salah satu oknum makanan umpama dikasih mes gtu kan jadi keracunan.

Tak hanya itu kata kades Didit adanya dapur umum MBG itu sudah mengangkat pekerja minimal 50 orang tiap Dapur dengan standart gaji UMR istilahnya perhatian 100.000-125.000 atau bagi tenaga ahli bisa 150 An. Perhari. Secara otomatis Pemeritah sudah membuka lapangan kerja disetiap pedesaan.

“Sementara mengenai program Koprasi Merah Putih (KMP) kalau kami pelajari itu juga bagus sekali nantinya akan berdampak peningkatan perekonomian masyarakat seperti sembako, kebutuhan pertanian dan juga Kesehatan, itu biar tau bukan mematikan toko-toko kecil yang berada di setiap desa justru itu menjadi mintra tempat agen para warung dan pertokoan di wilayah tersebut artinya serkulasi perekonomian bisa berputar dengan baik,”ungkap Didit sebagai Ketua Paguyuban Kades Wilayah Kepanjen itu.

Bedahalnya komentar Kades Kemiri Wijiati dengan adanya program KMP ini pihaknya sangat senang dan semangat ia memahami gimana menejemen nantinya, “Saya yakin mas bila koprasi itu pemdes benar-benar mengatur menejemen diatur sesuai aturan koprasi dan benar-benar dijalankan maka desa ini semakin maju, para warung-warung kecil usaha hom industri maupun Micro akan terangkat untuk pinjaman modal dari koprasi dan lain sebagainya.

Sementara Sujud Amd Kades Curungrejo Kepanjen dimintai keterangan Senin (19/1) Desa’ “Curungrejo cuman nyiapi tempat saja sesuai ukuran yg di tentukan mas, Selain itu kami Gak tahu,” pesan dia via Wadshaap.

Lain tempat Kades Sukoraharjo Sujianto mau dikonfirmasi mau ditenui tidak sementara belum ada tanggapan berapa hari lalu sudah janjian namun terbentur waktu bersamaan akhirnya belum bisa dimintai keterangan.(*)

Publisher : Utsman Pimpinan Liputan Nasional kontras tv dan online.Program MBG dan Koprasi Merah Putih masih Jadi Pertanyaan PublikKontras Independent Media Sarana Restorasi dan Informasi Publik Ket foto : Salah satu Pembanguan Koprasi Merah Putih.www.kontrasindependent.com Malang- Dinas Era kepemimpinan Baru Presiden RI Purn. Jendral H. Prabowo Subianto ada dua program yang masih ada sedikit Kontroversi, Seperti Program MBG yang sebagian sudah berjalan dengan Koprasi merah putih belum berjalan masih tahap pembangunan gedungnya.Di media sosial banyak kontroversi terjadi, tentang menejemen koprasi kariawanya bagaimana cara menggajinya sedangkan upah untuk kariawan koprasi itu kak diambilkan dari hasil lama koprasi, nah pertanyaannya gmn langkah awal 3,4-5 bulan diambilkan dari mana hajihnya???Sisi lain dana Anggaran Pembanguan Koprasi masih polemik dari beberapa wilayah khususnya di Pemeritah desa, dimana anggaran DD dipangkas evisiaensi anggaran berapa bulan ini untuk kebutuhan program lebih luas.Konfirmasi ke beberapa kades di wilayah Kabupaten Malang banyak yang bingung Pemeritah Desa namun tidak berani menolak dan protes.Ada yang mengatakan gak ngerti gmn nntinya program itu kami dari Desa hanya diberi tahu soal KMP, ada juga yang bilang nanti di koprasi itu ada stan jual sembako (Klontongan) ada juga mempersiapkan kebutuhan masyarakat dibidang pertanian dan juga Apoteker obat-obatan.Berbeda pandangan Didit Mulyo Santoso, S.Sos Kades Jatirejotoso di konfirmasi Senin (19/1/26) terkait program pemerintah soal MBG dan juga Program koprasi itu menurut saya bagus sekali, tinggal kita cara mencerna, mendengarkan sosialisasi, mengamati dan mengaplikasikan.Satu hal terkait MBG (Makanan Bergizi Gratis) “Saya sendiri sebagai pelaku memiliki dapur umum di Desa kami bahwa program itu sangat berdampak sekali pada kesehatan anak-anak kita contohnya setelah adanya MBG penyakit Stanting mengurang banyak karna anak-anak sudah diberikan makan bergizi gratis, selain itu sangat membantu sekali keringanan perekonomian masyarakat yang tadinya harus bikin bekal sekolah sekarang sudah dijatah makanan gratis,”ungkap kades.Sehubungan dengan informasi yang terjadi di beberapa tempat tenang ratusan anak sekolah dan pondok pesantren yang keracunan itu jelas ada oknum yang punya kepentingan artinya cari untung lebih banyak jadi beli bahan makanan yang murah tidak berkualitas akhirnya makanan jadi beracun. Atau bisa juga kepentingan saingan ekonomi yang tidak sehat, salah satu oknum makanan umpama dikasih mes gtu kan jadi keracunan.Tak hanya itu kata kades Didit adanya dapur umum MBG itu sudah mengangkat pekerja minimal 50 orang tiap Dapur dengan standart gaji UMR istilahnya perhatian 100.000-125.000 atau bagi tenaga ahli bisa 150 An. Perhari. Secara otomatis Pemeritah sudah membuka lapangan kerja disetiap pedesaan.”Sementara mengenai program Koprasi Merah Putih (KMP) kalau kami pelajari itu juga bagus sekali nantinya akan berdampak peningkatan perekonomian masyarakat seperti sembako, kebutuhan pertanian dan juga Kesehatan, itu biar tau bukan mematikan toko-toko kecil yang berada di setiap desa justru itu menjadi mintra tempat agen para warung dan pertokoan di wilayah tersebut artinya serkulasi perekonomian bisa berputar dengan baik,”ungkap Didit sebagai Ketua Paguyuban Kades Wilayah Kepanjen itu.Bedahalnya komentar Kades Kemiri Wijiati dengan adanya program KMP ini pihaknya sangat senang dan semangat ia memahami gimana menejemen nantinya, “Saya yakin mas bila koprasi itu pemdes benar-benar mengatur menejemen diatur sesuai aturan koprasi dan benar-benar dijalankan maka desa ini semakin maju, para warung-warung kecil usaha hom industri maupun Micro akan terangkat untuk pinjaman modal dari koprasi dan lain sebagainya.Sementara Sujud Amd Kades Curungrejo Kepanjen dimintai keterangan Senin (19/1) Desa’ “Curungrejo cuman nyiapi tempat saja sesuai ukuran yg di tentukan mas, Selain itu kami Gak tahu,” pesan dia via Wadshaap.Lain tempat Kades Sukoraharjo Sujianto mau dikonfirmasi mau ditenui tidak sementara belum ada tanggapan berapa hari lalu sudah janjian namun terbentur waktu bersamaan akhirnya belum bisa dimintai keterangan.(*)Publisher : Utsman Pimpinan Liputan Nasional kontras tv dan online.