Kontras Independent Media Sarana Restorasi dan Informasi Publik
Ket foto : Didit Mulyo Santoso, S.Sos Kades Jatirejotoso Kecamatan Kepanjen.
www.kontrasindependent.com Malang- Berbagai polemik dan informasi miring soal program Pemerintah di era kepresidenan Prabowo Subianto saat ini.
Beberapa informasi di lapangan maupun melalui media sosial banyak kontroversi soal dua program tersebut baik dari pemerintahan Desa maupun masyarakat sipil.
Berbeda pandangan Didit Mulyo Santoso, S.Sos Kades Jatirejotoso di konfirmasi Senin (19/1/26) terkait program pemerintah soal MBG dan juga Program Koprasi Merah Putih itu menurut saya bagus sekali, tinggal kita cara mencerna, mendengarkan sosialisasi, mengamati dan mengaplikasikan.
Satu hal terkait MBG (Makanan Bergizi Gratis) “Saya sendiri sebagai pelaku memiliki dapur umum di Desa kami bahwa program itu sangat berdampak sekali pada kesehatan anak-anak kita, contohnya setelah adanya MBG penyakit Stanting mengurang banyak karna anak-anak sudah diberikan makan bergizi gratis, selain itu sangat membantu sekali keringanan perekonomian masyarakat yang tadinya harus bikin bekal sekolah sekarang sudah dijatah makanan gratis,”ungkap kades.
Sehubungan dengan informasi yang terjadi di beberapa tempat tenang ratusan anak sekolah dan pondok pesantren yang keracunan itu jelas ada oknum yang punya kepentingan artinya cari untung lebih banyak jadi beli bahan makanan yang murah tidak berkualitas akhirnya makanan jadi busuk beracun atau bisa juga kepentingan saingan ekonomi yang tidak sehat, salah satu oknum makanan umpama dikasih mes gitu kan jadi keracunan.
Tak hanya itu kata kades Didit adanya dapur umum MBG itu sudah mengangkat pekerja minimal 50 orang tiap dapur dengan standart gaji UMR istilahnya perhatian 100.000-125.000 atau bagi tenaga ahli bisa 150 An. Perhari. Secara otomatis Pemeritah sudah membuka lapangan kerja disetiap pedesaan.
“Sementara mengenai program Koprasi Merah Putih (KMP) kalau kami pelajari itu juga bagus sekali nantinya akan berdampak peningkatan perekonomian masyarakat yang siknifikan seperti sembako, kebutuhan pertanian dan juga Kesehatan, itu sebenarnya bukan mematikan toko-toko kecil yang berada di setiap desa justru itu menjadi mintra tempat agen para warung dan pertokoan di wilayah tersebut artinya sirkulasi perekonomian bisa berputar dengan baik,”terang Didit.
Lanjut beliau “Koprasi Merah Putih itu juga bisa meningkatkan para usaha toko, warung dan juga pertanian untuk pinjaman modal pengembangan atau produksi, sedangkan anggaranya Koperasi Merah Putih berasal dari Dana Desa, APBN/APBD, dan pinjaman bank pemerintah (Himbara) “ungkap Ketua Paguyuban Kades wilayah Kepanjen itu.(*)
Publisher : Utsman Pimpinan Liputan Nasional kontras tv dan online.









