“Pulanglah Nak, Ibu Menantimu di Kamar Barumu…” Isak Tangis Ibu Kandung Berharap Siadi Lekas Kembali

Spread the love

KONTRAS INDEPENDENT MEDIA SARANA RESTORASI DAN INFORMASI PUBLIK

www.kontrasindependent.com

(22.10.2026)

MALANG – Sebuah kisah pilu sekaligus mengharukan datang dari wilayah Kabupaten Malang bagian selatan. Pihak keluarga besar Bapak Rianto yang berdomisili di RT 013 / RW 003, Desa Tlogosari, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang kini tengah dilingkupi kecemasan dan rasa rindu yang luar biasa mendalam. Putra kandung mereka, Siadi (kelahiran tahun 1987), dilaporkan pergi meninggalkan rumah dan hingga kini putus komunikasi total tanpa ada kabar sekalipun sejak kepergian nya mulai dari H – 2 hari- menjelang Raya Idul Adha 2025 .

Didorong rasa kekhawatiran yang memuncak karena sang anak tidak kunjung memberikan kabar, sang ibu kandung berjuang sekuat tenaga mencari bantuan agar suaranya bisa didengar oleh sang anak. Sambil menggenggam erat selembar Kartu Keluarga dan menyeka air mata yang terus berlinang, Ibu Paini menumpahkan segala jeritan hatinya yang sangat merindukan kepulangan putra tercintanya tersebut.

“Siadi, anakku… kalau kamu membaca berita ini atau ada yang memberi tahu, tolong segera beri kabar ke Ibu, Nak. Ibu dan Bapak tidak marah sama sekali.
Rumah kita yang dulu mau direnovasi sekarang sudah jadi, sudah bagus. Kamarmu sudah Ibu bersihkan, Ibu tata seindah mungkin. Baju-baju barumu juga sudah Ibu belikan dan Ibu taruh di dalam lemarimu, Nak… semuanya sengaja Ibu siapkan karena Ibu yakin kamu pasti pulang,” ungkap Ibu Paini sambil berurai air mata.


“Tiap malam Ibu dan Bapak tidak bisa tidur memikirkan bagaimana kamu makan, di mana kamu tidur, karena waktu pergi kamu tidak bawa uang sepeser pun. Rumah baru kita terasa sangat sepi dan hampa tanpa kehadiranmu. Ibu mohon, Nak, hilangkan rasa tersinggungmu, kasihanilah fisik Ibu dan Bapak yang sudah semakin tua ini. Kami hanya ingin melihatmu pulang dengan selamat sebelum mata kami tertutup untuk selamanya,” tambah Ibu Paini dengan nada yang sangat pilu.


Jeritan hati seorang ibu ini menjadi bukti nyata bahwa kasih sayang orang tua tidak akan pernah luntur oleh kesalahpahaman apa pun. Hancurnya jiwa seorang ibu yang terputus komunikasi dengan darah dagingnya sendiri memicu keprihatinan yang mendalam dari berbagai pihak. Publik diajak untuk mengetuk pintu hati Siadi di mana pun berada agar ia tersadar bahwa komunikasi yang terputus ini telah mematahkan separuh jiwa orang tuanya yang menanti di rumah tinggal yang baru.

Berdasarkan keterangan awal, sebelum meninggalkan rumah sempat terjadi kesalahpahaman spontan di internal keluarga . Diduga akibat merasa tersinggung, Siadi bergegas pergi keluar dari rumah tanpa sempat berpamitan kepada orang tua maupun saudara-saudaranya. Kejanggalan dirasakan keluarga lantaran pada hari itu Siadi pergi dengan tangan kosong tanpa membawa bekal finansial sepeser pun, serta hingga hari ini tidak pernah memberikan kabar atau membalas pesan, sehingga komunikasi dengan keluarga terputus total.

Berdasarkan data dokumen yang diserahkan ke kantor media Kontras Independent oleh keluarga atau ibu kandungnya, yang berlokasi di Dampit Jalan gunung jati ,kependudukan resmi negara, pria berusia 39 tahun ini memiliki ciri fisik dan profil sebagai seorang laki-laki Muslim, berpendidikan terakhir SLTA/Sederajat, berstatus Belum Kawin, dan merupakan anak kandung pasangan Bapak Rianto dan Ibu Paini. Pihak keluarga menduga Siadi sebenarnya masih memantau perkembangan rumahnya dari jauh melalui informasi eksternal, namun ia disinyalir masih merasa enggan atau belum siap untuk membuka jembatan komunikasi langsung dengan orang tuanya di rumah.
Keluarga Bapak Rianto sangat berharap adanya bantuan informasi dari masyarakat luas, serta mengimbau publik yang menemukan tanda-tanda keberadaan korban untuk segera berkoordinasi dengan aparat berwenang. Bagi siapa saja yang mengenali wajah atau sempat berpapasan dengan Siadi (sebagaimana foto fisik yang terlampir), dimohon dengan sangat untuk segera melaporkannya ke aparat desa setempat, kepolisian terdekat, atau langsung menghubungi nomor pengaduan resmi di 0852-3691-8677 demi memproses tindak lanjut penanganan resmi kepolisian

Realise:ibu Redaksi

publisber:Vivian/Ririn.