KONTRAS INDIPENDENT MEDIA SARANA RESTORASI DAN INFORMASI PUBLIK
www.kontrasindependent.com
(28.09.2026)
PANTAI SENDANGBIRU, MALANG — 27 September 2026Sluara gemuruh ombak berpadu dengan alunan gamelan mengiringi pelaksanaan ritual Petik Laut Sendangbiru yang ke-56 di Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Minggu (27/9). Ribuan warga memenuhi pesisir pantai untuk mengikuti tradisi tahunan yang dijaga turun-temurun oleh masyarakat pesisir Malang Selatan.
Kegiatan ini bukan sekadar perayaan, melainkan wujud komitmen warga untuk menjaga kelestarian tradisi sekaligus menjaga hubungan harmonis dengan alam bagi generasi mendatang.
Prosesi puncak dimulai pukul 09.00 WIB dengan arak-arakan Kirab Tumpeng hasil bumi dan laut yang dihias. Di bawah pengawalan sesepuh adat, tumpeng utama dibawa menuju bibir pantai untuk pelarungan sesaji ke tengah laut. Prosesi ini merupakan bentuk penghormatan dan rasa syukur masyarakat atas berkah samudra yang menjadi sumber penghidupan warga.
Usai pelarungan sesaji, suasana berubah menjadi pesta rakyat yang meriah. Siang hingga sore hari diisi penampilan seni Kuda Lumping “Condro Dewi” yang memukau warga maupun pengunjung. Malam harinya, rangkaian acara ditutup dengan pertunjukan Wayang Kulit yang sarat nilai kehidupan dan filosofi.
Kepala Desa Tambakrejo, Agus Harianto, menyampaikan bahwa tradisi ini diselenggarakan setiap tanggal 27 September sebagai kewajiban moral warga.
“Petik Laut ini diadakan setahun sekali. Tujuannya agar bumi dan laut yang kita jaga selalu memberikan kebaikan. Sebab mayoritas penduduk bekerja sebagai nelayan. Ini cara kami bersyukur sekaligus berdoa agar laut tetap bersahabat,” ujar Agus Harianto.
Melalui perayaan ke-56 ini, masyarakat Sendangbiru menunjukkan bahwa kemajuan zaman tidak mengubah ikatan batin antara nelayan, warisan leluhur, dan lingkungan laut. Tradisi ini tetap dijaga sebagai identitas sekaligus pengingat akan pentingnya menjaga keseimbangan alam.
Kegiatan berlangsung tertib dan khidmat. Pemerintah desa bersama tokoh masyarakat terus berupaya menjaga keberlangsungan tradisi ini agar tetap relevan dan dilestarikan oleh generasi penerus.








