Kontras Independent Media Sarana Restorasi dan Infornasi Publik
www.kontrasindependent.com Malang- Dunia pendidikan bersedih sesuai janji presiden saat kampanye mau menaikan gajih dan kesejahteraan para guru honorer dan suasta ternyata semua bohong.
Klaim bahwa janji Presiden Prabowo Subianto untuk guru honorer adalah kebohongan muncul karena realisasi kenaikan kesejahteraan atau gaji yang dinilai belum merata atau tidak sesuai ekspektasi, sementara pemerintah menyatakan keterbatasan dan kebocoran anggaran negara masih menjadi hambatan utama.
Sementara itu terjadi masa kepemipinan Prabowo program MBG perhari mengabiskan anggaran Negara sebesar 1,2 Trilyun perhari sementara guru honorer can suwasta selama bertahun tahun gajihnya sangan dibawah rata-rata kisaran 300-500ribu peebulan.
Terkait hal tersebut salah satu pengurus PGSNI (Persatuan Guru Swasta Nasional Indonesia) wilayah Kabupaten malang Ika Husnul Khotimah S.Pd, M.Pd. menyatakan bahwa guru Suwasta dan Honorer di marjinalkan alias dikesampingkan seolah-olah tidak penting padahal mereka beramgkat pagi pulang sore untuk menceedaskan anak bangsa namun gajihnya gak berimbang dengan berimabang dengan dedikasinya.
Lain tempat keluhan ribuan para guru honorer dan guru suwasta mereka tidak bisa apa-apa hanya bisa menerima keadaan walau gajih tak mencukupi untuk kebutuhan keluarga tapj demi anak didiknya ia berani betkorban baik mental, tenaga dan materi.
“Pemerintan sangat kurang memperhatikan pada kami selama bertahun-tahun ini, janjinya mau dinaikan hingga sekagang tak pernah terealiasasi,”ungkapnya.(*)
Publisher : Utsman Pimpinan Liputan Nasional Kontras tv dan online.







