Kontras Independent Media Sarana Restorasi dan Informasi Publik
Opini Publik oleh : Utsman Pimpinan Liputan Nasional Kontras tv dan Online.
www.kontrasindependent.com Malang- Saat ini tepat hari Senin tanggal 1 Juni Tahun 2026 bertepatan pada Hari Lahirnya Pancasila, Indonesia merdeka sudah 81 tahun,
Banyak kalangan mesyarakat menilai situasi Indonesia saat ini tidak sedang baik-baik saja akibat himpitan ekonomi yang berat, mulai dari melemahnya nilai tukar rupiah, sulitnya lapangan pekerjaan, tingginya biaya hidup, hingga ketegangan geopolitik global yang memicu ancaman krisis.
Menu MBG banyak kejadian tidak layak dimakan, harga menu tidak sesuai dengan nilai pagu yang telah ditentukan, diduga banyak tangan-tangan curang yang mar’ap isi makanan, yang dihebuskan makanan bergizi tapi faktanya jauh dari Ekspektasi.
Masih harum kita dengar dan kita rasakan saat ini, terkait program pemerintah melalui MBG (Makan Bergizi Gratis) dan KDMP (Koprasi Desa Merah Putih) tak henti-hentinya tiap hari di media sosial penuh dengan kontroversi banyak anak sekolah yang keracunan makan makanan dari program MBG di beberapa wilayah.
Mengenai Koprasi Merah putih banyak bangunan yang dianggap tidak tepat penempatanya, ada yang dibangun tempat sepi tengah hutan, ada juga yang dibangun diatas bukit, ada juga di depanya jurang, lalu ada bangunan di depanya pas Kuburan, ada juga banguan KDMP yang berhadap-hadapan dan banyak hal lainya, diduga bangunan yang penting dapat proyek, yang penting dana proyek cair.
Masih banyak kejanggalan dan dugaan-dugaan penyimpangan soal alokasi anggaran yang di anggap hambur-hamburan uang rakyat. Soal anggaran KDMP pinjaman modal 3 Milyar per KDMP, 1,6 Milyar untuk bangunan fisik, namun fakta dilapangan dari infornasi laporan dan sorotan publik hanya 700 juta yang terealisasi.
Infornasi berkembang nanti bila koprasi sudah beroprasi tiap bulan harus mengembalikan dana pinjaman yang 3 Milyar perbulan 50juta, bisa kita bayangkan apakah mampu kira-kira koprasi yang blum tau bagaimana berjalan apa tidaknya tapi tiap bulan sudah harus mengebalikan 50juta perbulan dan menejemen kedepanya Pemeritah Desa yang terbebani maju dan tudaknya KDMP tersebut.
Bahan bakar Non supsisi seperti pertamax, solar Dex melambung harga naik, kecuali pertalite sampai saat ini masih belum ada kenaikan, Keluhan pemeritah Desa mulai terkuak suaranya karena Dua tahun 2025-2026 Dana Desa (DD) dan Anggaran Dana Desa (ADD) terjadi evisiensi Pemangkadan anggaran berkisar 70% jadi umpama anggaran 1 Milyar pertahun memjadi hanya 300 juta dana di desa para kades banyak mengeluh gak bisa berbuat apa-apa untuk bangun Desa.
Masih banyak persoalan di republik ini, rakyat semakin terjepit namun anehnya kenapa Presiden Kita Prabowo Subianto yang sebelumnya dikenal sebagai Macan Asia namun fakta dilapangan setelah terpilih jadi presiden sudah satu tahun ini belum terlihat dan dirasakan oleh masyarakat Indonesia kesejahteraan yang sesungguhnya.
Dulu saat mau mencalonkan upah buruh akan disupsidi hingga produktif keluar dari kemiskinan, Subsidi listrik, BBM, sekolah gratis, kemudian kita kasih makan siang, “Angkutan di kota-kota besar kalau perlu subsdii 100% untuk orang yang butuh,” kata dia, rakyat indonesia menunggu janji itu hingga saat ini belum ada yang terealisasi, angaran pendidian dan anggaran Desa Trilyunan duserap untuk dua program MBG dan KDMP.
Dari pribadi saya sebagai bangsa Indonesia walau sitausai saat ini Indonesia sih belum bisa mentersenyumkan seluruh rakyat Indonesia tapi saya hanya bisa berharap mari jadikan Hari Lahir Pancasila sebagai pengingat untuk terus menjaga persatuan, menghormati perbedaan, dan memperkuat semangat kebangsaan demi Indonesia yang maju, berdaulat, dan berdaya saing, sekaligus menjadi bagian dari upaya mewujudkan perdamaian dunia, semoga Alloh Swt membimbing pemimpin dan pejabat kami kejalan yang lurus dan benar dan memiliki pemimpin yang keberpihakan pada rakyat Indonesia, Salam Sejahtera MERDEKAAAA…..(*)








