Asahan,www.kontrasindependent.com – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Asahan menggelar kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) bagi pengurus Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) Tahun Ajaran 2026/2027,Jumat (29/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula MAN Asahan sejak pukul 09.00 hingga 12.00 WIB tersebut menghadirkan dua akademisi dari Institut Agama Islam Daar Al-Uluum (IAIDU) Asahan sebagai pemateri utama.
Kegiatan LDK ini merupakan bagian dari upaya pembinaan karakter dan penguatan kapasitas kepemimpinan siswa agar mampu menjalankan roda organisasi secara profesional, bertanggung jawab, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Melalui kegiatan ini, para peserta dibekali berbagai kompetensi dasar yang diperlukan dalam mengelola organisasi siswa, mulai dari kepemimpinan, administrasi kesekretariatan, hingga pemanfaatan teknologi digital dalam organisasi.
Pemateri pertama, Eko Priadi, S.H.I., S.H., M.H., CIIQA, selaku Kepala Badan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (BPPM) IAIDU Asahan, menyampaikan materi tentang Leadership. Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa kepemimpinan bukan sekadar kemampuan memimpin orang lain, melainkan kemampuan mengelola diri sendiri, membangun komunikasi yang efektif, serta menjadi teladan bagi lingkungan sekitar.
“Seorang pemimpin harus mampu menginspirasi, mengambil keputusan secara bijaksana, dan bertanggung jawab atas amanah yang diberikan. Kepemimpinan bukan soal jabatan, tetapi tentang pengaruh positif yang mampu diberikan kepada orang lain,” ujarnya di hadapan peserta LDK.
Sementara itu, materi kedua disampaikan oleh Wulan Sari, S.Pd.I., M.Pd., Ketua Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Fakultas Tarbiyah IAIDU Asahan. Dalam sesi yang berlangsung interaktif, ia membahas pentingnya kesekretariatan organisasi dan digitalisasi dalam mendukung tata kelola organisasi siswa yang efektif dan modern.

Menurutnya, administrasi organisasi yang tertata dengan baik merupakan fondasi utama keberhasilan sebuah organisasi. Selain itu, pemanfaatan teknologi digital menjadi kebutuhan yang tidak dapat dihindari dalam era transformasi digital saat ini.
“Pengurus OSIM harus mampu mengelola administrasi organisasi secara tertib, mulai dari surat-menyurat, dokumentasi kegiatan, hingga penyimpanan arsip. Di sisi lain, kemampuan memanfaatkan teknologi digital akan membantu organisasi bekerja lebih cepat, efisien, dan akuntabel,” jelasnya.
Dalam materi digitalisasi, peserta juga diperkenalkan dengan berbagai pemanfaatan platform digital yang dapat mendukung aktivitas organisasi, seperti penyimpanan dokumen berbasis cloud, pengelolaan data secara elektronik, pemanfaatan media sosial secara bijak, serta penggunaan aplikasi produktivitas untuk meningkatkan efektivitas kerja organisasi.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Para siswa aktif berdiskusi, mengajukan pertanyaan, serta berbagi pengalaman terkait tantangan yang dihadapi dalam menjalankan organisasi di lingkungan madrasah. Interaksi yang terbangun menunjukkan tingginya semangat peserta untuk meningkatkan kapasitas diri sebagai calon pemimpin masa depan.
Melalui kegiatan LDK ini, MAN Asahan berharap para pengurus OSIM Tahun Ajaran 2026/2027 dapat mengimplementasikan nilai-nilai kepemimpinan yang berintegritas, memperkuat budaya organisasi yang profesional, serta mampu memanfaatkan teknologi digital secara produktif dalam mendukung berbagai program kerja organisasi.
Kegiatan ini juga menjadi wujud sinergi antara MAN Asahan dan IAIDU Asahan dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan era digital. Dengan pembinaan yang berkelanjutan, diharapkan lahir generasi pemimpin muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas, kemampuan manajerial, serta kepedulian sosial yang tinggi.(R.E.Gultom/Desy Arnas)
Publisher : Ubaidillah (U)








