Kontras Independent Media Sarana Restorasi dan Informasi Publik
www.kontrasindepfndent.com Malang- Dengan viralnya pemberitaan soal penebangan lahan tebu di wiayah Sukowilangun Yulinda Handayani Tan, Pimpinan Umum Media Chibernews.co.id bersama keluarga ahli waris saat mau ke makam leluhurnya menjadi sasaran amukan segerombolan orang yang duga preman.
Yulinda Handayani Tan yang sempat protes pada pimpinan redaksi Kontras Independent soal pemberitaan yang dianggap salah karena nama keluarganya yang jadi korban penganiayaan malah di tulis sebagai pelaku penebang,karena soal penebangan itu pihak gk ngerti apa-apa.

Dari protes dan klarifikasi itulah media kontras melakukan penulisan kembali untuk meluruskan kronologis kejadian sebenarnya, Menurut keterangan Yulinda Handayani “Kemarin itu saya bersama keluarga hendak kemakam leluhur kami tiba-tiba dijalan ada beberapa orang yang sedang nebang tebu menawarkan makan, tiba-ada datang segerombolan yang diduga preman langsung ngeroyok, mengintimidasi, memukul bahkan sampai menyandara saya bertiga, tak lama kemudian anggota polsek datang ke lokasi,”ungkapnya.
Dari kejadian tersebut Yulinda didampingi Kuasa Hukumnya melaporkan ke Polres Malang kamis Malam 7 mei 2026, adapun yang menjadi Korban pengeroyokan yakni Rahma Yulinda Handayani, Tukiran Adi Purwanto dan Nimin, Sedangkan terlapor adalah Tugi, Sukir, Ika dan beberapa orang yang tidak dikenal ikut mengintimidasi.
Terkait kasus ini perempuan yang akrab di sapa Cece itu menyampaikan ia berharap keapada polres Malang, hukum harus di tegakkan se tegak-tegaknya, ia juga berharap agar pelaku di berikan sangsi pasal yang berlapis-lapis, karena disitu terjadi penganiayaan, interfensi, memakai senjata laras panjang dan juga terjadi penyandraan pada Jurnalis dan 2 warga kalipare.(*)
Publisher : Utsman Pimpinan Liputan Nasional kontras tv dan online.
















