MALANG// Kontrasindependen.com- Cafe Boy (tempat karaoke) tepatnya di jalan raya Codo-Wajak Kabupaten Malang jawa timur. Yang sempat viral beberapa waktu lalu, kini tempat karaoke yang diduga berkedok cuci mobil tersebut kembali guncang warganet, atas dugaan penuduhan tanpa bukti.
Seperti halnya yang disampaikan Agung warga Napel Sukolilo Kecamatan Wajak kabupaten Malang. Mengaku dirinya jadi korban tuduhan tanpa sebab, yaitu dengan cara memberhentikan laju kendaraan yang dikendarai Agung dan langsung menuduh dirinyalah pelaku (penyebab) cafe boy yang ada diwilayah Kidangbang Desa Sukoanyar Wajak Malang.
“Perjalanan antara Sukoanyar-Jaruman diteriaki dua kali saya, karena pernah kenal saya berhenti putar balik, tak kira perlu apa. tiba-tiba Hermawan (pemilik cafe boy,red.) ngomong saya bikin masalah di cafe nya, sedangkan saya gak pernah ke cafe boy, itu kan nuduh saya tanpa dasar,”Ujar Agung dirumahnya, Kamis (27/03/2026) malam.
Bukan hanya itu saja, menurut Agung dirinya baru pulang dari Kalimantan dan usai kejadian tersebut, Hermawan mungkin belum puas dengan jawaban Agung waktu di jalan. Hermawan dan dua anak buahnya kembali datangi Agung dirumahnya, dan membahas hal yang sebelumnya di tanya Hermawan.
“Mungkin belum puas nuduh saya di jalanan, Hermawan dan orangnya kerumah bahas cafe dan nuduh saya lagi, tanpa sungkan saya di rekam video juga. Padahal dirumah saya itu, apa dikira maling mau kabur saya mungkin, malu mas sama keluarga, dikira saya ini orang tua apaan”
“Sama sekali gak merasa ngelakuin hal yang dituduhkan itu saya, merasa di fitnah, yang malu, ya ingin marah rasane tapi saya masih mikir panjang. Tapi jika terus nuduh gini dan saya lupa diri gak tau lagi,”imbuh Agung terkesan nahan emosi.
Sementara Agung yang masih belum lama pulang dari Kalimantan emang sebelumnya ia langsung gabung dalam dunia jurnalistik. Menjadi anggota baru sebagai wartawan di PT. Kontras independent.com, hingga atas hal yang menimpanya juga sampai ke meja Fathur Rohman, SH., pimpinan redaksinya sekaligus seorang Advokat, hingga dirinya juga turut berkomentar.
Siapapun itu, jika selaku pimpinan dan tau anggotanya dapat perlakuan tak pantas ya pastinya ambil tindakan. Sayapun demikian jika kabar itu benar saya gak terima, namun dalam masalah seperti ini, jika bisa lakukan mediasi dulu. Jika gak bisa ya mau gimana lagi, apabila yang nuduh anggota saya gak ada bukti, maka kita akan ambil tindakan tegas. Karena nuduh orang tanpa dasar itu bisa ke ranah pencemaran nama baik dan lainnya, kita selesaikan dengan penindakan secara hukum,”Tegas Fathur Rohman, SH., via telepon.
Sesuai arahan pimpinan redaksi PT. Media Kontras Independen.com, agar masalah itu lebih baik dilakukan mediasi dulu cari jalan terbaik dan juga mengedepankan restorasi justice (kekeluargaan).
Namun Hermawan pemilik cafe boy saat dikonfirmasi, melalui telepon maupun via WhatsApp, sepertinya ia malah gak sejalan dan justru memberikan jawaban panjang x lebar dan juga tak sesuai dengan apa yang dipertanyakan terhadapnya.
“Masih banyak pekerjaan yang harus saya lakukan dan menghasilkan uang halal mas, ini saya kirim nomor orang saya sampean merapat aja ke cafe boy satu. Pertanyaan sampean pasti akan dijawab semua,”Kata Hermawan via telepon Sabtu (29/03/2026) siang.
Bahkan melencengnya jawaban pemilik cafe boy via WhatsApp, saat dikonfirmasi kenapa jawapnya melebar kemana-mana tak sesuai pertanyaan yang diajukan awak media. Kembali Hermawan kasih jawaban tak sesuai dan terkesan adanya Backingan pada usahanya, dengan jelas ia mencatut nama inisial “BW” oknum polisi aktif Polres Malang.
“Lah mau gak kemana mana yok opo, wong disitu ada pak “BW” dulu Kapolsek saya, terus pindah Tajinan, dan sekarang di Polres. Yo mek pingin tau siapa dalangnya, TNI-Polri baik baik mas, sistemya baik dan bahkan polisi mengayomi dan melindungi jadi senjata sampean itu jangan tumpulnya ke bawah gitu lho,”cakapnya via WhatsApp.
Bukan itu saja, pihaknya juga menyatakan jika usahanya yang sempat viral diduga tak berijin (ilegal) itu sudah sesuai aturan dan terlebihnya semua tempat usahanya yang ia kelola itu sengaja di persembahkan buat para pemabuk di Kabupaten Malang.
“Tolong jangan usik usik cafe boy, usaha saya sudah resmi, sesuai aturan kita bayar pajak dan LC gak ada dibawah umur, miras berlebel resmi semua, gak ada narkoba, LC sebatas melayani menghibur para tamu. intinya usahaku ini tujuannya baik timbang orang orang mabok kleleran dijalanan, kan mending tak sediakan tempat,”Tambahnya.
Tentang permasalahan tersebut kini dengan berlahan mulai menyeruak gak sedap dikalangan warga setempat hingga para tokoh masyarakat.
“Cafe boy lagi, ada apa mas, kenapa viral lagi, pikirannya mungkin kurang tua mas jadi gak bisa naruh diri. Dikira gampang ya kelola hiburan malam, emang banyak mas yang bilang bos cafe boy itu kemlinti baru gitu saja wes syok,”Jlentreh salah satu warga yang enggan namanya disebutkan.
Bahkan beberapa tokoh masyarakat setempat juga angkat bicara dan bahkan merasa tak nyaman dengan ucapan dari pemilik cafe boy.
“Viralkan wes cak, percuma gak bisa dikasih hati orang syok seperti itu, selama ini saya hanya jadi korban tuduhan. Apabila APH setempat gak bisa nutup, hubungi cak Kasatpol PP, cafe boy itu ilegal gak ada ijin resmi. Semalam saya dengar sendiri ndan “BW” di depanku bilang ke Abah Ro’i, ijinnya cuma buka usaha cafe warung kopi bukan karaoke banyak LC gitu,”Ujar Novi Nugroho, tokoh pemuda setempat.
Bersambung…!!
Report: Korespondent Kontras Independen.com, Shelor (S)
















