Kontras Independent Media Sarana Restorasi dan Informasi Publik
Ket foto : Kantor Koni Kabupaten Malang.
www.kontrasindependent.com Malang- Perhelatan Calon Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (Koni) Kabupaten Malang makin hangat para kandidat makin bermunculan dari aktor-aktor politik.
Hasil nara sumber dari Kontras Independent Calon Ketum KONI Kabupaten Malang di dominasi partai besar, Pemilihan Ketum KONI Kabupaten Malang melalui Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Muskorkablub ) yang bakal di gelar pada 14 Februari 2026 tersebut tampaknya banyak peminat yang akan mencalonkan Ketum KONI Kabupaten Malang, tak tanggung tanggung banyak figur dari partai politik besar yang ikut andil dalam pencalonan tersebut.
Menurutnya ada beberapa Partai besar yang bakal mengisi kekosongan kursi Ketum KONI yakni dari PDIP, PKB , Gerindra dan Golkar, berdasarkan fakta dilapangan banyak figur dari partai yang akan ikut laga calon ketua Koni diantaranya Ketua DPRD Kabupaten Malang Darmaji dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Chusni Mubarok, dan Sekretaris DPC Gerindra yang juga sebagai Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Malang, Zia Ulhaq.
Selain itu, juga ada Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Malang, H Kholik, serta politisi muda sekaligus anggota Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Malang, Fakih Pilihan yang menyatakan kesiapannya untuk bersaing sebagai calon Ketua KONI Kabupaten Malang.
Masih menurut Nara Sumber yang enggan di publikasikan namanya “Dugaan saya sangat jelas ada kepentingan politik dalam bursa pencalonan ketua KONI Kab Malang, kenapa yang selama ini tak pernah berkecimpung dunia olah raga kok tiba-tiba muncul mau mencalonkan??? Ada apa??? Memang tidak ada larangan secara aspek hukum namun secara Etika kurang elok lah, (Kasihlah kesempatan pada orang yang memang benar-benar punya skill dalam dunia olahraga) jangan semua mau diajangi kata bahasa jawanya, diduga ada kepentingan politik persiapan 2029″ujar pria asal Kabupaten Malang itu.
Lanjutnya padahal anggaran Koni itu sangat kecil pertahun hanya 1,5 Milyar, dipotong 500juta untuk pembinaan para Cabor dan kompetisi sepak bola di bawah Askab PSSI.
Kabupaten Malang ada 69 Cabor, salah satu Cabor di mintai keterangan Sabtu 31/1/2026, para Cabor banyak juga yang bingung untuk milih pemimpin lah figurnya banyak yang bukan bidangnya hawatir nantinya hanya dimanfaatkan sedangkan perhatian pada olah raga minim.
“Saya juga tau anggaran di Koni itu banyak Dana hibah yang mengalir deras yang diduga banyak penyimpangan berapa tahun kemarin kan ada contohnya kasus dugaan penyelewengan dana hibah KONI Kabupaten Malang yang ditangani Kejari pada 2025 berfokus pada Tahun Anggaran (TA) 2022-2023 dengan total Rp5 miliar. Modus utamanya meliputi ketidaksesuaian LPJ dengan NPHD, penggunaan dana tidak sesuai peruntukan (pembinaan cabor/Porprov), dan adanya pengurus cabor yang tidak mengetahui detail LPJ,”ungkapnya.
“Gimana nasib perolahragaan Kabupaten Malang bila hanya untuk ajang kepentingan politik??? Kapan mau maju olaharaga kita ini sedangkan yang diperebutkan diduga hanya jabatan dan pengelolaan Anggaran??,” timpalnya.
Terkait hal itu kontras Independent mencoba konfirmasi pada salah salah satu calon dari ketua DPRD Kab Malang Darmaji S.sos asal dari partai PDIP dan anggota Dewan Zia Ulhaq dari partai Gerindra, ditelepon belum ada jawaban kedua-duanya.
Publisher : Utsman Pimpinan Liputan Nasional kontras tv dan online.









