Kontras Independent Media Sarana Restorasi dan Informasi Publik
Ket foto : Massa sedang demo di Pintu gerbang jembatan lahor Karangkates.
www.kontrasindependent.com Malang- Portal pintu masuk jembatan lahor Karangkates Sumber Pucung sepekan ini manjadi perhatian publik.
Berawal dari video yang beredar di media sosial,tampak seorang anak sekolah menerjang portal jembatan Karang Kates sampai petugas memergoki dan memukul anak sekolah tersebut.
Diperoleh dari Nara sumber warga sumber Pucung dikonfirmasi Senin (26/1/2026) menyampaikan bahwa sebenarnya warga Sumber Pucung sudah lama merasa geram soal portal tersebut, setiap hari baik masyarakat ataupun pengguna jalan wira wiri harus bayar menggunakan kartu tol tanpa adanya kompensasi padahal jalan itu milik Kabupaten dan masyarakat membayar melalui Jasa Tirta.

Bila dikaji lebih dalam bertahun-tahun Jasa Tirta tidak pernah terlihat bangun jalan atau melakukan perawatan apapun tapi anehnya masyarakat mesti harus bayar terus bahkan Ironisnya lagi petugasnya tidak santun serta arogan juga.
Keresahan inilah yang membuat masyarakat jadi makin geram dan merasa sangat kecewa hingga akhirnya kemarin Senin (26/1/26) masyarakat Sumberpucung, Selorejo dan Rekesan melakukan aksi Demo menuntut pada pihak Jasa Tirta Kabupaten Malang sebagai pengelola dan dari Pihak Ketiga Pembangunan portal dari PT. Expres.
Rahman Arifin selaku Korlap demonstran meminta membebaskan pungutan kepada para pelajar, pedagang kaki lima dan masyarakat Sumber Pucung, Selorejo dan Rekesan Kalipare.
Rahman Arifin juga menyoroti perubahan aturan bagi kelompok pelajar yang selama ini bebas melintasi kawasan Bendungan Lahor tanpa biaya. Sejak pembayaran non-tunai diterapkan, para siswa kini diwajibkan membayar biaya langganan bulanan untuk dapat melintas menuju sekolah,
“Perbulan ada pembayaran kartu sebesar Rp15 ribu untuk pelajar,” Tuturnya.
“Itu sangat memberatkan bagi masyarakat, sedangkan jalur ini merupakan lintas jalan tercepat bagi masyarakat Antar Blitar Malang jadi saya minta pada Jasa Tirta mengkaji ulang permasalahan itu dengan deadline waktu 15 hari bila tidak ada jawaban yang pasti maka kami akan turun kejalan lagi dengan Massa yang jauh lebih besar,”Ujarnya.
Dari pihak Ketiga PT. Expres tidak ada yang hadir dalam demo tersebut sedangkan dari pihak Dinas Jasa Tirta hadir Kepala Sub Divisi PJT 1 menemui massa didampingi aparat kepolisian, dari tuntutan tersebut pihaknya akan menindaklanjuti untuk diajukan ke Pimpinan Jasa Tirta Kabupaten Malang.
Dalam aksi demo tersebut Ribuan Masyarakat melakukan tanda tangan pada bentangan bener sepanjang kurang lebih 15 meter menunjukan bukti penolakan distribusi yang dilakukan pihak pengeloah Dinas Jasa Tirta Kabupaten Malang.(*)
Publisher : Utsman Pimpinan Liputan Nasional kontras tv dan online.









