Renungan untuk Ketua PC PMII se–Sumatera Barat

Spread the love

KONTRAS INDEPENDENT MEDIA RESTORASI DAN INFORMASI PUBLIS

www.kontrsindependent.com Pada 18 Januari 2026, PKC PMII Sumatera Barat melaksanakan KONKOORCAB ke-V. PKC PMII Sumatera Barat terdiri dari lima cabang definitif dan dua cabang persiapan yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota. Secara ideal, forum ini semestinya menjadi ruang evaluasi, pertanggungjawaban, dan peneguhan arah gerak organisasi. Namun kenyataan berkata lain. Yang tersisa justru kegelisahan yang sulit dibendung, miris tak terbendung, seperti api yang membakar tetapi dibiarkan tanpa upaya pemadaman.

Kegelisahan ini bermula dari satu pertanyaan mendasar. Bagaimana mungkin seorang Ketua PC PMII melewatkan momentum KONKOORCAB, sementara sejak lama PKC PMII Sumatera Barat telah berada dalam kondisi yang secara nyata menyimpang dari konstitusi organisasi? Ketidakhadiran tersebut bukan sekadar persoalan teknis atau administratif, melainkan mencerminkan sikap terhadap tanggung jawab struktural yang semestinya diemban secara kolektif.

Saya, Taufiq Hidayat (Demisioner PC PMII Bukittinggi Periode 2023–2024), memandang bahwa diloloskannya KONKOORCAB ini secara logis dapat dimaknai sebagai bentuk pembiaran, bahkan persetujuan, atas praktik kepemimpinan PKC PMII Sumatera Barat yang dalam satu periode kepengurusan hanya menyisakan agenda seremonial berupa pelantikan. Pola ini bukan hanya mencederai etika organisasi, tetapi juga mengindikasikan pelanggaran terhadap AD dan ART serta kecenderungan menjauh dari tanggung jawab kepemimpinan yang seharusnya melekat pada struktur.

Atas dasar keprihatinan tersebut, dengan kerendahan hati saya mengajak seluruh Ketua PC PMII se–Sumatera Barat, sebagai pemegang hak prerogatif dalam menentukan arah dan kepemimpinan organisasi ke depan, untuk bersama-sama membenahi sistem yang telah berjalan keliru ini. Persoalan ini harus didudukkan kembali secara jujur, dimusyawarahkan secara terbuka, dan diselesaikan secara konstitusional agar pemimpin yang lahir benar-benar pemimpin yang hadir, bertanggung jawab, serta setia pada aturan main organisasi.

Sahabat-sahabatku Ketua PC PMII se–Sumatera Barat, silakan berdinamika, berbeda pilihan, dan berbeda pandangan. Perbedaan adalah bagian dari proses pendewasaan organisasi dan denyut hidup kaderisasi. Namun perbedaan itu tidak boleh dibangun DI ATAS TERINJAKNYA AD/ART PMII, rumah besar yang kita cintai, rawat, dan wariskan kepada generasi setelah kita.

Sebab ketika konstitusi organisasi diabaikan, yang runtuh bukan hanya tata kelola kepengurusan, melainkan juga marwah, kepercayaan kader, dan masa depan PMII itu sendiri
Realis : Romadon Syaputra

Publisher : Yakup Hasibuan