Kontras Independent Media Sarana Restorasi dan Informasi Publik
www.kontrasindependent com Malang- Kepala Daerah seluruh Indonesia baru saja di Lantik oleh Presiden RI H. Prabowo Subianto berapa pekan lalu di istana, mulai dari Bupati, Wali Kota dan juga Gubernur.Akan tetapi kebijakan disetiap kepala daerah itu memiliki kebijakan yang berbeda-beda, salah satu contoh soal mobil Dinas, masih harum kita dengar Pemeritah Kota Malang mengadakan mobil Dinas mewah berupa Alphard dan Toyota Fortuner yang mencapai kurang lebih 4 Milyar.
Salah satu anggota DPRD Kota Malang H. Bayu Rekso Aji selaku ketua Fraksi B. Mfnyampaikan sesuai Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 yang dikeluarkan sejak tanggal 22 Januari 2025 oleh Presiden Prabowo dengan tujuan tiap daerah mengalokasikan anggaran untuk kegiatan yang lebih bermanfaat bagi rakyat.
Sedangkan, Pemkot Malang malah menggunakan anggaran dengan nilai miliaran hanya untuk pengadaan mobil dinas mewah yang nantinya dipergunakan sebagai mobilisasi keperluan dinas.
Lain tempat berbeda seorang Gubernur Jawa Barat KDM (Kang Dedi Mulyadi) yang sama-sama baru dilantik berapa pekan lalu oleh presiden melalui media sosial baik YouTube, tik tok, Facebook dan medsos lainya.
Berbagai gebrakanya luar biasa diantaranya seperti mobil dinas yang berderet dikantornya ia meminta untuk mengurangi mobil dinas dan membagikan untuk kepala-kepala dinas yang membutuhkan lebih untuk oprasional kepentingan masyarakat.
Bahkan ada salah satu mobil yang mewah dan besar Dedi Mulyadi meminta untuk dijadikan mobil ambulan. Gebrakan lain yang vital juga di jagad Maya soal kebijakan keterlambatan pajak kendaraan berapa tahunpun di bebaskan jadi hanya bayar tahun ini aja yakni 2025.

Hal tersebut menjadi sorotona publik di seluruh Indonesia baru saja dilantik langsung bekerja dan mengambil kesimpulan dan kebijakan yang benar-benar untuk kesejahteraan masyarakat, patut dijalan contoh.
Boleh kita amati masing-masing kebijakan Kepala Daerah Wali Kota Malang Wahyu Hidayat dan Gubernur Jawa Barat, Sangat jauh gebrakan Wahyu Hidayat mengadakan pengadaan mobil Dinasnya untuk sendiri, dan Gubernur Jabar Kang Dedi Mulyadi memangkas dan meminimalkan angaran mobil dinas diperuntukan kepentingan atau kesejahteraan masyarakat.
Seiring juga kepala Daerah yakni Bupati Malang Drs. H Muhamad Sanusi bersama wakilnya, juga sama pada tahun 2024 sebelum habis masa jabatannya mengadakan mobil Dinasnya yang mencapai Milyaran rupiah.Dari situ masyarakat sudah bisa menilai gimana pola pikir dan kinerja setiap kepala daerah.
Contoh lain Gubenur Jawa Timur Khofifah Indar parawansa ia terpilih kembali jadi Gebenur akan tetapi banyak kritikan masyarakat via medsos bahwa Gubenur Jatim Melempem tak ada gebrakanya sama sekali, mangkanya di juluki MLEMPEM.(Utsman)
Publisher : Utsman Pimpinan liputan Nasional kontras tv dan online.
















