Kontras Independent Media Sarana Restorasi dan Informasi Publik
www.kontrasindependemt.com Malang- Berawal dapat Informasi dari salah satu wali murid siswa SMPN 3 Kepanjen tentang pembayaran siswa baru sebesar 1,8 Juta Rupiah.
Kontras Independent melakukan konfirmasi kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang Dr. Drs. Suwadji, S.Ip, M.Si Minggu 21 Januari 2024 Via TLP terkait tarikan dana 1,8 juta pihaknya mengarahkan untuk konfirmasi kepada Kepala Sekolah dan Ketua komite.
Pada Senin 22 Januari 2024 PLt Kepala Sekolah SMPN 3 Margo sujono hadi spd. Mpd. Kepala sekolah SMPN 3 Kepanjen didampingi bapak Kasi Humasnya Slamet Sumitro saat di konfirnasi Awak media menjelaskan bahwa mulai Pandemi Covid 19 itu tidak pernah melakukan meminta-minta bantuan uang gedung.
Soal pembayaran siwa 1,8jt itu adalah untuk kegiatan sekolah selama 1 Tahun diantaranya Seperti Sekolah unggulan di bidang olah raga, kepramukaan, seni dan budaya, serta pemvekajarab berbasis IT,
Pembalajaran berbasis IT, Dari adiwiyata propensi menuju Adiwiyata nasional, geraka literasi sekolah….dll, itu setelah di masukan dana bos kekuranganya itulah dilakukan bantuan sukarela dari Wali Murid.
Selain itu juga karena di sekolah tersebut yang pensiun ada 4 orang jadi butuh guru Honorer nah sebagain dana tersebut untuk pembayaran para guru Honorer.
Adapun mekanisme pembiayaan tersebut itu dilakukan melalui ketua komite sekolah dengan mengumpulkan para wali murid dan yang siap membantu itu mengisi formulir ditanda tangani yang bersangkutan dan bermatrai.
Itupun kata kepsek pihak sekolah tidak ada sedikitpun ada unsur paksaan sesuai kemampuan masing-masing dan banyak juga yang Nol Rupiah (Tidak Bayar blas) ada yang 1jt, ada juga yang cuma 150rb intinya Variatif pembayaran tersebut sesuai kemampuan.
Bagi masyarakat (Wali murid) yang tidak mampu melampirkan surat keterangan tidak mampu dari desa ya itu kita gratiskan.
Jadi kebutuhan. Belajar mengajar itu sebenarnya 3jt sekian namun karena sudah ada Dana Bos jadi kekuranganya 1,8jt Rupiah. Dan faktanya itu tidak semua bayar dan tidak sama bayarnya sesuai kemampuan.
Disambung oleh Humas dari SMPN 3 Slamet Sumitro S.Pd “Memang kita terkadang repot wali murid itu SDM nya tidak sama, waktu rapat ia oke semua, cuma terkadang karena sungkan dan takut mau menyampaikan pendapat atau keluhanya akhirnya di luar berbicara yang enggak-enggak padahal disini yang minta keringanan sudah di iyakan yang tidak mampu ya di gratiskan tapi terkadang masih muncul suatu masalah,” ujarnya.(Utsman)
Publisher : Utsman Pimpinan Liputan Nasional KOIN.








